2. Teori
Atom Mekanika Kuatum
Model
atom Bohr telah berhasil menerangkan terjadinya spektrum yang terjadi pada
suatu unsur dan senyawa. Namun demikian model atom Bohr menjadi lemah karena
munculnya teori ahli fisika lain.
Gambar 2.2 Berkas Cahaya
Jika Dilewatkan Prisma Akan Dibiaskan Menjadi Spektrum
Max
Planck (dikenal Planck) pada tahun 1900 mengemukakan pendapatnya bahwa
gelombang cahaya memiliki sifat sebagaimana partikel. Hipotesis Planck tersebut kemudian
dikembangkan oleh Louis de Broglie (dikenal de Broglie). Sekitar tahun 1923 de
Broglie menjelaskan bahwa pada tingkatan partikel yang elementer, maka partikel
mempunyai dua sifat, yaitu sebagai gelombang dan partikel. Sifat partikel
ditunjukkan oleh kemampuan partikel yang dapat menumbuk suatu materi dan memenuhi hukum Einstein (E =
mc2). Sifat sebagai gelombang memenuhi hukum E = hv yang merupakan persamaan gelombang.
Teori de Broglie ini kemudian terkenal dengan teori dualisme partikel.
Elektron
sebagai partikel mempunyai massa sangat kecil. Planck de Broglie berpendapat
elektron bersifat sebagai partikel dan gelombang. Oleh karena elektron bersifat
sebagai gelombang, maka teori atom Bohr yang mengatakan bahwa elektron beredar
mengelilingi inti pada lintasan dengan tingkat energi yang berbeda-beda menjadi
kurang benar. Mengapa?
Gambar 2.3 Gelombang/Ombak Laut
Kita
lihat pada sifat gelombang, misalnya gelombang air, gelombang tali, atau
gelombang yang lain. Terlihat bahwa gelombang-gelombang tersebut tidak bergerak
dalam suatu lintasan yang berbentuk garis, melainkan dalam suatu daerah
tertentu. Namun demikian, daerah tersebut tetap merupakan daerah yang
diskontinyu dan dapat dikuantifikasikan. Inilah merupakan awal dari munculnya
teori mekanika kuantum.
Banyak
teori yang memberikan sumbangan terhadap lahirnya teori mekanika kuantum.
Namun yang dianggap sebagai dasar
lahirnya adalah karya Heisenberg dan Schrödinger. Pada tahun 1926 berdasarkan
karya de Broglie, Schrödinger mengembangkan suatu persamaan yang mengaitkan
sifat-sifat gelombang dengan energi elektron. Persamaan Schrödinger berbentuk
sebagai berikut:
d2ψ
dψ d2ψ 8π2m
dx2 dy2 dz2 h
Persamaan
tersebut merupakan persamaan diferensial kedua yang menyatakan energi total (E)
dan energi potensial (Ep) dari suatu partikel dalam massa m dan
sebagai fungsi dari posisinya dalam tiga dimensi (x, y, dan z). Persamaan
tersebut jelas menunjukkan bahwa elektron tidak berada dalam satu garis
(dimensi satu) sebagaimana teori atom Bohr, melainkan dalam suatu ruang
(dimensi tiga).
Teoi mekanika kuantum
menjelaskan bahwa elektron yang bersifat sebagai gelombang tidak mungkin berada
dalam suatu lintasan sebagaimana teori atom Bohr. Jika elektron berada dalam
suatu daerah atom, maka posisi atau lokasi elektron tidak dapat ditentukan
secara pasti. Keberadaan elektron hanya dapat dikatakan di daerah yang
kebolehjadian terdapatnya elektron dikenal dengan istilah orbital. Orbital
didefinisikan sebagai daerah atau ruang di sekitar inti yang kemungkinan
ditemukannya elektron terbesar. Walau bagaimanapun teori atom Bohr
tetap dapat digunakan, karena ini merupakan teori yang sederhana untuk dipahami
sebelum mempelajari teori atom mekanika gelombang.

Gambar 2.4 Lautan Elektron.
Lokasi
elektron yang tepat tidak dapat ditentukan, tetapi kebolehjadian elektron
berada di lokasi tertentu dapat dihitung dari persamaan Schrödinger. Suatu
elektron bisa menempati seluruh orbital, meskipun kebolehjadian elektron pada
tiap posisi dalam orbital tidak sama. Agar lebih mudah dimengerti coba
bayangkan bahwa elektron merupakan partikel yang bergerak dari suatu tempat ke
tempat lain dengan sangat cepat, sehingga elektron akan menyerupai lautan
elektron atau ruangan yang rapatannya beraneka ragam dalam orbital tersebut.
Kebolehjadian terbesar menemukan elektron pada suatu posisi tertentu
ditafsirkan sebagai kuadrat fungsi gelombang (< 2) pada suatu titik.
Teori
atom mekanika kuantum didasarkan pada dualisme sifat elektron yaitu gelombang
dan sebagai partikel.
§
Menurut de Broglie
Cahaya
dapat berperilaku sebagai materi dan berperilaku sebagai gelombang (dikenal
dengan istilah dualisme gelombang partikel)
§
Menurut Heisenberg
Tidak
mungkin menentukan kecepatan dan posisi elektron secara bersamaan, tetapi yang
dapat ditentukan hanyalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu
dari inti.
Gambar 2.5 Erwin Schrodinger
Kemudian
Werner Heisenberg mengemukakan bahwa metode eksperimen yang digunakan untuk
menemukan posisi atau momentum suatu partikel seperti elektron dapat
menyebabkan perubahan, baik, pada posisi, momentum atau keduanya.
Teori
Schrödinger dan prinsip ketidakpastian Heisenberg melahirkan model atom
mekanika kuantum sebagai berikut:
Ø Posisi elektron dalam atom tidak dapat
ditentukan dengan pasti.
Ø Atom mempunyai kulit elektron.
Ø Setiap kulit elektron memiliki subkulit
elektron.
Ø Setiap subkulit elektron memiliki sub-sub
kulit elektron.
Model
atom mekanika kuantum didasarkan pada:
Ø Elektron bersifat gelombang dan partikel,
oleh Louis de Broglie (1923).
Ø Persamaan gelombang elektron dalam atom, oleh
Erwin Schrödinger (1926).
Ø Asas ketidakpastian, oleh Werner Heisenberg
(1927).
Menurut
teori atom mekanika kuantum, elektron tidak bergerak pada lintasan tertentu.
Berdasarkan hal tersebut maka model atom mekanika kuantum adalah sebagai
berikut:
a)
Atom
terdiri atas inti atom yang mengandung proton dan neutron, dan
elektron-elektron mengelilingi inti atom berada pada orbital-orbital tertentu
yang membentuk kulit atom, hal ini disebut dengan konsep orbital.
b)
Dengan
memadukan asas ketidakpastian dari Werner Heisenberg dan mekanika gelombang
dari Louis de Broglie, Erwin Schrödinger merumuskan konsep orbital sebagai
suatu ruang tempat peluang elektron dapat ditemukan.
c)
Kedudukan
elektron pada orbital-orbitalnya dinyatakan dengan bilangan kuantum.
v Kelebihan Dan
Kekurangan Model Atom Mekanika Kuantum
Teori
dari model atom mekanika kuantum yang diajukan oleh Erwin Schrödinger berhasil
menyempurnakan beberapa kelemahan yang ada dalam teori atom Niels Bohr
sekaligus membuka pemahaman baru mengenai struktur atom dan pergerakan elektron
di dalam atom.
Berikut
ini beberapa keunggulan atau kelebihan teori atom mekanika kuantum (moderen):
Ø Dapat menjelaskan posisi kebolehjadian
ditemukannya elektron.
Ø Dapat menjelaskan posisi elektron saat
mengorbit.
Ø Dapat mengukur perpindahan energi eksitasi
dan emisinya.
Ø Mengidentifikasi proton dan neutron pada inti
sedangkan elektron pada orbitnya.
Teori
atom mekanika kuantum didukung dengan rumusan persamaan gelombang yang
ditemukan oleh Schrödinger, yaitu suatu ruang tiga dimensi(3D). Kelemahannya,
yaitu sebagai berikut.
Ø Rumusan persamaan gelombang hanya dapat
diterapkan secara eksak untuk partikel dalam kotak dan atom dengan elektron
tunggal.
Ø Moodel atom mekanika kuantum sulit diterapkan
untuk sistem makroskopis (skala lebih besar) dengan kumpulan atom misalnya pada
tumbuhan, hewan, dan manusia.
Comments
Post a Comment