2. Pencemaran Air
Proses
pembentukan minyak bumi sering terjadi di daerah sekitar pantai. Sedangkan
pendistribusiannya dilakukan dengan ditampung dengan kapal khusus untuk menampung
minyak bumi. Akan tetapi ada beberapa kejadian yang menyebabkan kapal yang
menampung minyak bumi tersebut mengalami kebocoran bahkan sampai terjadi
ledakan yang tidak terduga, hal ini tentunya akan menyebabkan minyak yang
ditampung di kapal tersebut menjadi tumpah ke laut dan akan mengganggu ekosistem air laut. Selain mengganggu
ekosistem air laut juga mencemari perairan disekitarnya yang dapat menyebabkan
keanekaragaman hayati laut menjadi banyak yang mati. Maka dari itu perlu
diperhatikan lagi akan keselamatan ketika membawanya agar tidak terjadi hal
yang tidak diinginkan.
Selain
diliputi oleh udara yang banyak mengandung oksigen (sehingga makhluk hidup
dapat bernafas), alasan lainnya mengapa planet Bumi bisa dihuni oleh makhluk
hidup adalah kandungan airnya. Seperti yang kita ketahui bersama bahwasanya air
merupakan komponen yang sangat penting bagi makhluk hidup untuk bertahan hidup.
Tidak kalah pentingnya dengan udara, apabila makhluk hidup kekurangan air maka
makhluk hidup tersebut tidak akan bertahan hidup lama.
Sebagai
salah satu sumber
daya alam, yakni sumber
daya alam yang dapat diperbaharui, maka air ini mempunyai banyak sekali fungsi atau
kegunaan. Air memiliki fungsi yang sangat banyak, karena air merupakan sumber
daya alam yang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup, maka air mempunyai banyak
fungsi. Berikut ini merupakan beberapa fungsi dari air:
·
Membantu tumbuhan melakukan fotosintesis
·
Menyuburkan tanah
·
Memenuhi kebutuhan cairan pada tubuh makhluk hidup
·
Sebagai sarana membersihkan badan, pakaian, dan peralatan
lainnya
·
Menjaga kesehatan tubuh dengan cara memberikan supplay
mineral yang cukup
·
Menjaga kecantikan kulit pada manusia
·
Melarutkan berbagai macam penyakit
·
Sebagai rumah bagi semua macam binatang dan tumbuhan air
·
Sebagai penyeimbang suhu dibumi
Air yang mempunyai banyak fungsi ini tentu saja adalah
air bersih. Banyak sumber air bersih alami yang dapat kita temukan di permukaan
Bumi. Sumber air bersih yang dapat kita temukan di Bumi diantaranya adalah macam-macam laut, sungai, macam-macam danau, rawa, mata air dan
lain sebagainya. Sumber air yang demikian adalah yang terbentuk secara alami.
Selain sumber alami, kita juga dapat menemukan sumber air yang sengaja dibuat
oleh manusia. Beberapa sumber air yang dibuat oleh manusia di antaranya berupa
sumur, waduk, bendungan, dan lain sebagainya.
Banyak sumber air
bersih yang akan kita dapatkan, namun diantara sumber air bersih tersebut,
tidak jarang kita menemukan berbagai sumber air yang tercemar. Air yang
tercemar adalah air yang tidak mempunyai fungsi seperti air yang semestinya.
Selain itu air ini jelas menurun kualitasnya. Ada beberapa faktor yang
mempengaruhi terjadinya pencemaran pada air, diantaranya:
·
Jumlah penduduk yang berada di suatu tempat
·
Jumlah sumber daya alam yang digunakan oleh masing-masing
individu
·
Jumlah polutan yang dapat dikeluarkan oleh tiap-tiap
sumber daya alam
·
Teknologi yang sedang digunakan
2.1. Tahapan Pencemaran Air
Menurut WHO, pencemaran air dibagi menjadi 4 tahap.
Tahap-tahap pencemaran air oleh WHO antara lain adalah sebagai berikut:
1.
Pencemaran tingkat pertama. Pencemaran ini adalah
pencemaran yang ringan, tidak menimbulkan kerugian bagi manusia baik jika
dilihat dari kadar zat pencemarnya maupun dilihat dari waktu kontaknya dengan
lingkungan.
2.
Pencemaran tingkat kedua. Pencemaran ini merupakan
pencemaran yang sudah menimbulkan iritasi ringan pada panca indera dan juga
pada alat vegetatif lainnya, serta menimbulkan gangguan pada komponen ekosistem
lainnya.
3.
Pencemaran tingkat ketiga. Pencemaran ini merupakan
pencemaran yang sudah sampai menimbulkan reaksi yang fatal pada tubuh dan juga
menyebabkan sakit yang bersifat kronis.
4.
Pencemaran tingkat keempat. Pencemaran ini adalah jenis
pencemaran yang paling parah. Pencemaran ini merupakan pencemaran yang telah
menimbulkan dan juga menyebabkan kematian makhluk hidup di suatu lingkungan
yang diakibatkan karena kadar zat pencemarnya terlalu tinggi.
2.2. Indikator Pencemaran
Untuk mengetahui air yang tercemar atau tidak terkadang
kita masih sangat sulit untuk membedakannya. Secara sederhana, untuk mengetahui
air yang tercemar kita dapat melihat dari warna, bau, dan rasa dari air
tersebut. Air yang murni dan bersih adalah air yang tidak berwarna, berbau, dan
berasa. Maka dari itulah untuk mengetahui apakah suatu air tercemar atau tidak,
maka bisa dilihat melalui indikator pencemaran air. Beberapa indikator
pencemaran air atau ciri-ciri dari air yang tercemar adalah sebagai berikut:
·
Terjadi perubahan pada suhu air. Air yang mempunyai suhu
panas apabila dibuang ke area lingkungan secara langsung maka akan dapat
merusak lingkungan tersebut.
·
Memiliki pH yang tidak normal. pH normal yang dimiliki
air yakni antara 6,5 – 7,5. Apabila air mempunyai pH diatas atau dibawah pH
tersebut maka bisa dikatakan bahwa air tersebut telah terkontaminasi oleh
polutan.
·
Terjadi perubahan pada warna, bau, dan juga rasa. Seperti
yang telah dikatakan sebelumnya bahwa air yang murni dan sehat atau bersih
adalah air yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Sehingga
apabila kita menemukan air yang berwarna, berbau, dan berasa ini ada
kemungkinan air tersebut telah tercemar.
·
Adanya endapan, koloidal, dan bahan terlarut. Bahan-bahan
yang demikian apabila terdapat dan bercampur dengan air maka dapat menghalangi
masuknya sinar matahari. Ketika sinar matahari sulit masuk maka mikroorganisme
yang ada di air tersebut tidak bisa melakukan fotosintesis. Akibatnya air
kekurangan kandungan oksigen.
·
Timbulnya banyak mikroorganisme. Salah satu tanda air
yang tercemar adalah timbulnya banyak mikroorganisme. Mikroorganisme sendiri mempunyai
peran utama dalam proses degradasi bahan-bahan buangan limbah. Ketika bahan
buangan ini meningkat, maka secara otomotis mikroorganisme akan ikut berkembang
biak. Perkembangbiakan mikroorganisme ini kemungkinan besar tidak tertutup,
sehingga memungkinkan mikroba patogen yang merugikan juga akan ikut berkembang.
·
Meningkatnya radioaktivitas pada air. Salah satu tanda
air yang tercemar lainnya adalah meningkatnya radioaktivitas dari air tersebut.
Radioaktivitas sendiri merupakan proses timbulnya zat-zat radioaktif. Zat-zat
radioaktif ini dapat kita temui di berbagai kegiatan. Apabila produksi zat
radioaktif di dalam air meningkat, maka hal ini akan menyebabkan kerusakan
biologis pada air tersebut apabila tidak segera dilakukan proses penanganan
yang tepat.
2.3. Dampak Pencemaran Air
Pencemaran
air akan membawa dampak yang sangat merugikan bagi lingkungan dan juga
kelangsungan hidup dari makhluk hidup itu sendiri. Berikut ini akan dijelaskan
mengenai dampak dari pencemaran air.
2.3.1. Menurunkan Jumlah Oksigen
Air yang tercemar mengandung berbagai macam larutan yang
akan menghalangi sinar matahari masuk ke dalam air tersebut. Hal ini akan
berakibat tumbuh-tumbuhan air kesulitan melakukan proses fotosintesis. Fotosintesis
pada tumbuhan akan menyebabkan tumbuhan tersebut memproduksi oksigen. Apabila
tumbuhan terhalang melakukan fotosintesis, hal ini akan menyebabkan air
mendapatkan oksigen yang hanya sedikit.
2.3.2. Mematikan Binatang-Binatang Yang Ada Di Air
Masih dalam kaitan dampak pencemaran air yang menurunkan
jumlah oksigen, dampak ini akan diikuti oleh matinya binatang-binatang air. Hal
ini karena binatang air bernafas menggunakan oksigen. Ketika jumlah oksigen
yang tersedia di dalam air menurun, otomotis binatang akan kesulitan untuk
bernafas. Hal ini akan berakibat matinya binatang-binatang air karena tidak
memperoleh oksigen untuk bernafas.
2.3.3. Meningkatnya Kecepatan Reaksi Kimia
Air yang tercemar adalah air yang telah mengandung aneka
bahan polutan. Banyak jenis polutan yang merupakan bahan-bahan kimia. Ketika
air banyak mengandung bahan kimia, hal ini akan meningkatkan kecepatan reaksi
kimia yang terjadi di dalam air.
2.3.4. Mengganggu Kehidupan Binatang Dan Tumbuhan
Air yang tercemar jelas
akan mengganggu kehidupan semua makhluk hidup, baik yang berada di darat maupun
di air, baik berupa manusia, binatang, maupun tumbuh-tumbuhan. Air yang
tercemar akan diminum oleh makhluk hidup yang tinggal di daratan. Hal ini akan
menyebabkan berbagai polutan masuk ke dalam perut sehingga menimbulkan rasa
sakit. Dan untuk binatang serta tumbuhan air, jelas akan terganggu karena air
merupakan habitat dari tumbuhan dan binatang air tersebut.
2.3.5. Mengganggu Kesuburan Tanah
Air yang tercemar jelas akan mengganggu kesuburan tanah.
Hal ini karena air akan meresap ke tanah yang ada di sebelah kanan atau kiri.
Hal ini berakibat tanah tersebut ikut mengandung berbagai zat polutan. Jika
tanah telah tercemar zat polutan, otomatis tanah tersebut tidaklah subur.
2.3.6. Mengganggu Produktivitas Tumbuhan
Masih serangkaian dengan dampak pencemaran air yang mengganggu kesuburan tanah, hal ini akan otomatis mengganggu produktivitas tumbuhan hidup di atas tanah. Ketika tanah yang mereka tempati tidak subur lagi, dan justru terkontaminasi zat polutan, maka tumbuhan tidak akan produktif lagi. Justru hal ini akan memberikan dampak berupa matinya tumbuh-tumbuhan yang berada disekitar yang tercemar tersebut.
Comments
Post a Comment