2.   Senyawa Litium

Nama litium berasal dari kata Yunani untuk batu, lithos. Litium dapat bereaksi dengan air, tetapi tidak sekeras (eksplosive) natrium. Litium mempunyai:

§  Nomor atom: 3

§  Berat atom: 6,941

§  Titik lebur: 453,65 K (180.50 atau 356,90 F)

§  Titik didih:1615 K (1342 ℃ atau 2448 F)

§  Kepadatan: 0,534 gram/cm3

§  Fasa pada suhu kamar: padat

§  Klasifikasi unsur: logam

§  Nomor periode: 2

§  Nomor golongan: 1

§  Nama golongan: logam alkali

§  Perkiraan kelimpahan di kerak bumi: 2,0 x 101 miligram per kilogram.

§  Perkiraan kelimpahan di laut: 1,8 x 10-1 miligram per liter.

§  Jumlah isotop stabil: 2

§  Energi ionisasi: +1

§  Konfigurasi kulit elektron:1s2 2s1

 

Sejarah

            Litium ditemukan di petalite mineral (LiAl(SiO5)2) oleh Johann Agustus Arfvedson tahun 1817. Ini pertama kali diisolasikan oleh William Thomas Brande dan Sir Humphrey Davy melalui elektrolisis oksida litium (liO2). Hari ini, jumlah yang lebih besar dari logam diperoleh melalui elektrolisis litium klorida (LiCl). Litium tidak ditemukan bebas di alam dan membentuk hanya 0,0007%  dari kerak bumi.

 

Sifat Kimia dan Fisika Litium

            Litium adalah unsur alkali pertama dalam tabel periodik. Di alam, litium ditemukan dalam campuran isotop Li6 dan Li7. Unsur ini merupakan logam padat paling ringan, lunak, berwarna putih keperakan, dengan titik leleh rendah serta bersifat reaktif.

            Banyak sifat fisik dan kimia litium lebih mirip dengan logam alkali tanah daripada dengan kelompoknya sendiri. Sifat terpenting litium diantaranya adalah kapasitas kalor tinggi, interval suhu besar dalam keadaan cair, konduktivitas termik tinggi, viskositas rendah, dan kepadatan yang sangat rendah.

            Logam litium larut dalam amina alifatik rantai pendek, seperti etilamina, namun tidak larut dalam hidrokarbon. Litium dapat bereaksi dengan reaktan organik serta dengan reaksi anorganik.

            Logam ini bereaksi dengan oksigen membentuk monoksida dan peroksida. Litium merupakan satu-satunya logam alkali yang bereaksi dengan nitrogen pada suhu kamar untuk menghasilkan niture hitam.

            Unsur ini bereaksi dengan hidrogen pada suhu hampir 500 untuk membentuk litium hidrida. Reaksi logam litium dengan air terjadi amat kuat. Seperti semua logam alkali, litium mudah bereaksi dengan air dan tidak terdapat bebas di alam karena sifat reaktifnya.

            Litium merupakan unsur yang terdapat cukup melimpah di kerak bumi (sekitar 65 ppm). Ini menempatkan litium dibawah nikel, tembaga, dan tungsten dan diatas sesium dan timah, mengacu pada kelimpahannya.   

 

Kegunaan Litium

            Banyak kegunaan telah ditemukan untuk litium dan senyawanya.

§  Litium memiliki panas spesifik tertinggi dari setiap elemen solid dan digunakan dalam aplikasi transfer panas.

§  Litium digunakan untuk membuat kacamata khusus dan keramik, termasuk Gunung Palomar teleskop cermin 200 inci.

§  Litium adalah teringan dikenal logam dan dapat dicampur dengan aluminium, tembaga, mangan, dan kadmium untuk membuat kuat, logam ringan untuk pesawat.

§  Litium hidroksida (LiOH) digunakan untuk menghilangkan karbon dioksida dari atmosfer pesawat ruang angkasa.

§  Litium stearat (LiC18H35O2) digunakan sebagai tujuan umum dan pelumas suhu tinggi.

§  Litium karbonat (LiCO­3) digunakan sebagai obat untuk mengobati gangguan manik depresi.

§  Aplikasi penting lain senyawa litium adalah untuk tembikar, khususnya untuk glasir porselen, serta sebagai aditif untuk meningkatkan kinerja dan masa hidup baterei.

§  Bromin dan litium klorida dikenal membentuk air garam terkonsentrasi yang memiliki sifat menyerap kelembaban dalam berbagai macam interval suhu.

 

Efek Kesehatan Litium

§  Uap litium yang terhirup dapat menimbulkan sensasi terbakar, batuk, sulit bernafas, dan sakit tenggorokan.

§  Menghirup uap litium juga akan memicu edema paru, gejala-gejala edema paru sering tidak muncul sampai beberapa jam setelah paparan.

§  Jika tertelan, litium bisa memicu kram perut, nyeri perut, mual, dan muntah.

§  Unsur ini juga bersifat korosif pada mata, kulit, dan saluran pernafasan.

 

 

Dampak Litium Terhadap Lingkungan

§  Logam litium akan bereaksi dengan nitrogen, oksigen, dan uap air di udara.

§  Akibatnya, permukaan litium akan dilapisi oleh campuran litium hidroksida (LiOH), litium karbonat (Li2CO3), dan litium nitrida (Li3N).

§  Litium hidroksida merupakan senyawa sangat korosif yang berpotensi berbahaya pada organisme air. 

Comments

Popular posts from this blog