2. Wujud Materi

            Materi terdiri atas 3 macam wujud, yaitu padat, cair, dan gas. Ciri-ciri dari wujud materi tersebut adalah sebagai beriku:

·           Padat: bentuk dan volumenya tetap, selama tidak ada pengaruh dari luar.

·           Cair: bentuk dan volumenya berubah sesuai dengan tempatnya, volume zat cair tetap.

·           Gas: bentuk dan volumenya tidak tetap dan akan mengisi seluruh ruang yang ditempatinya.

Materi bisa berubah dari satu zat ke zat lainnya, misalnya es krim yang padat meleleh dan menjadi cair. Semua materi tersusun atas partikel-partikel kecil yang disebut atom. Saat dua atom atau lebih bergabung, atom itu membentuk molekul. Atom dan molekul bergabung dengan cara yang berbeda untuk membentuk tiga jenis materi yaitu zat cair, zat padat, dan gas. Ketiga beroperasi materi ini disebut wujud materi.


 

A. Zat Padat

            Zat padat adalah materi yang memiliki bentuk dan volume (ruang yang ditempati zat padat, cair dan gas) tertentu. Ada dua cara utama partikel-partikel padat bisa tersusun dalam baris-baris teratur yang rapi dalam susunan yang tidak tentu saja. Zat padat partikel-partikelnya tersusun dalam baris-baris yang teratur rapi disebut kristal. Contoh umum kristal adalah sebagian besar logam, intan, es, dan kristal garam. Zat padat yang partikelnya tidak tersusun secara rapi disebut amorf. Contoh umum amorf adalah lilin, kaca, karet, dan plastik. Pada zat padat, partikelnya individu tidak bergerak cukup cepat untuk mengalahkan gaya tarik menarik antar partikel

 

 

B. Zat Cair

            Seperti zat padat, zat cair memiliki volume tertentu. Tidak seperti zat padat, zat cair akan berbentuk seperti wadah yang ditempatinya. Zat cair disajikan sebagai zalir (fluida). Zalir adalah zat dengan molekul-molekul yang bergerak bebas melewati, jadi zalir menyesuaikan bentuk wadahnya. Seperti zat padat, partikel dalam zat cair tersusun secara rapat. Zat cair juga sulit dimampatkan. Pada zat cair, molekulnya tersusun rapat. Meskipun demikian, partikel-partikel itu memiliki cukup energi untuk mengatasi sebagian dengan tarik menariknya dengan molekul dan bergeser saling melewati.

 

 

C. Gas

            Gas adalah wujud materi yang mudah berubah bentuk dan volumenya. Seperti zat cair, gas digambarkan sebagai zat alir. Partikel-partikel didalam gas dengan cepat menyebar mengisi semua ruang yang tersedia. Karena berada jarak yang jauh antar partikel gas, gas bisa dengan mudah dimampatkan untuk mengurangi volumenya. Pada gas, molekul individu bergerak sangat cepat dan mengatasi hampir semua gaya antar partikel. Partikelnya bergerak sangat bebas di dalam keseluruhan ruang yang ditempatinya.

 

 

v Perbandingan Antara Zat Padat, Cair, Dan Gas

·      Padat

1.      Materi yang berbentuk padat tidak dapat dimampatkan

2.      Tidak memiliki sifat mengalir

3.      Memiliki bentuk yang kaku, tidak mudah berubah-ubah

 

·      Cair

1.    Materi yang berbetuk cair sangat sulit dimampatkan

2.    Air memiliki sifat mengalir dimana bisa dialirkan dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah

3.    Bentuk air dapat berubah-ubah namun volumenya tetap

 

·      Gas

1.      Mudah dimampatkan

2.      Karena mudah dimampatkan, volumenya dapat diubah-ubah

3.      Gas dapat mengalir dari tempat bertekanan tinggi menuju tempat bertekanan rendah

4.      Bentuknya tak beraturan namun dapat pula mengikuti bentuk wadah yang ia tempati

Secara umum sifat mteri dapat kita bedakan dalam dua keadaan yaitu sifat fisiska dan kimia. Sifat secara fisika merupakan sifat dari materi yang erat hubungannya dengan perubahan secara fisika yaitu perubahan yang tidak kekal dan dapat kita lihat. Misalnya air es (padat) bila kita panaskan akan menjadi air (cair). Apabila terus kita panaskan akan berubah menjadi uap air (gas).

Setelah menjadi uap air, bila kita turunkan suhunya, maka akan mencair menjadi embun. Bila terus kita dinginkan bisa menjadi es batu kembali. Suhu yang diperlukan antara 0 derajat celcius kebawah (-).

Sifat kimia dari sebuah materi merupakan sifat materi yang erat hubungannya dengan perubahan secara kimia yaitu perubahan yang kekal. Misalnya kertas bila kita bakar akan menjadi abu, maka tidak bisa dikembalikan lagi menjadi kertas semula. Contoh perubahan kimia lainnya yaitu batu kapur yang akan terurai menjadi kapur tohor/kapur sirih dan karbondioksida.

Comments

Popular posts from this blog