1.    Penggunaan Brom

Brom ditemukan pada tahun 1826 oleh ilmuwan Perancis bernama Antoine J. Balard dan Carl J. Lowig dari Jerman. Brom adalah cairan berwarna kemerahan yang memiliki bau yang kuat. Brom berbentuk cair pada suhu kamar dan menghasilkan uap bebas. Brom memiliki afinitas terhadap hidrogen, yang membuatnya menjadi dekomposer yang baik. Brom juga digunakan untuk mensterilkan air karena dapat membunuh bakteri. Bentuk anorganik brom digunakan dalam film fotografi. Selain itu, bromin juga digunakan dalam fumigants, pemadam api, pewarna dan obat-obatan. Kegunaan senyawa bromin antara lain:

a.    NaBr, sebagai obat penenang syaraf.

b.    AgBr, untuk film fotografi. AgBr dilarutkan dalam film gelatin, kemudian film dicuci dengan larutan Na2S2O3 untuk menghilangkan kelebihan AgBr, sehingga perak akan tertinggal pada film sebagai bayangan hitam.

c.    CH3Br, sebagai bahan campuran zat pemadam kebakaran.

d.   C2H4Br2, ditambahkan pada bensinagar timbal (Pb) dalam bensin tidak mengendap karena diubah menjadi PbBr2.

 

2.    Penggunaan Iod

Iod merupakan unsur yang sangat penting dan memiliki banyak kegunaan. Senyawa-senayawa iod pada dasarnya digunakan dalam pengobatan, fotografi, dan pewarna. Iod juga dapat untuk mengidentifikasi amilum. Penggunaan lain yang sangat penting dari yodium adalah karena bersifat cukup radioopaque, sehingga dapat digunakan sebagai pengontras X-ray dan untuk injeksi intravena. Selain itu yodium membentuk banyak senyawa seperti kalium iodida dan sebagai natrium iodida yang berguna dalam reaksi Finklestein.

Kegunaan senyawa iodin, antara lain:

a.    I2 dalam alkohol, digunakan sebagai antiseptik luka agar tidak terkena infeksi.

b.    KIO3, sebagai tambahan yodium dalam garam dapur.

c.    I2, digunakan untuk mengetes amilum dalam industri tepung.

d.   NaI, bila ditambahkan pada garam dapur dapat digunakan untuk mengurangi kekuragan yodium yang akan menyebabkan penyakit gondok.

e.    Iodoform (CHI3), sebagai disinfektan untuk mengobati borok.

f.     Perak iodida (AgI), digunakan dalam film fotografi.

 

3.    Penggunaan Astatin

Astatin diroduksi oleh Dale R. Carson, K.R. Mac Kenzie dan Emilio Segre dengan menembaki sebuah isotop bismut, bismut 209, dengan partikel alfa yang telah dipercepat dalam suatu alat yang disebut siklotron. Hal ini menciptakan astatin -211 dan dua neutron bebas. pekerjaan ini dilakukan di University of California pada tahun 1940.

Sejumlah kecil astatin ada di alam sebagai akibat dari peluruhan uranium dan thorium, meskipun jumlah total astatin di kerak bumi pada waktu tertentukurang dari 30 gram. Karena kelangkaan tersebut, astatin diproduksi bila diperlukan. Sebanyak 0,05 mikrogram (0,00000005 gram) astatin telah dihasilkan sampai saat ini.

Isotop paling stabil Astatin, astatin 210, memiliki waktu paruh 8,1 jam. Meluruh menjadi Bismut -206 melalui peluruhan alfa atau ke polonium -210 melalui penangkapan elektron. Karena jumlah kecil diproduksi dan pendek paruhnya, saat ini tidak ada menggunakan astatin untuk penelitian ilmiah dasar.

Sementara senyawa ini terutama menarik secara teoritis, sedang diteliti untuk digunakan dalam kedokteran nuklir yang potensial. Astatin diharapkan membentuk ikatan ionik dengan logam seperti natrium, seperti halogen lain, tetapi dapat dipindahkan dari garam dengan lebih mudah. Astatin juga dapat bereaksi dengan hidrogen untuk membentuk hidrogen astatin (Hat), yang bila dilarutkan dalam air akan membentuk asam hidroastatik. Beberapa contoh senyawa astatin adalah natrium astatin (NaAt), magnesium astatida (MgAt2) dan karbon tetraastatida (CAt4). 

Comments

Popular posts from this blog