i.     Golongan IA (Alkali)

Unsur-unsur golongan IA merupakan logam-logam yang sangat reaktif. Oleh karena itu, logam-logam golongan IA sering digunakan sebagai pelindung terhadap korosi dari udara dan air.

            Golongan IA terdiri atas lima unsur logam, yaitu litium (Li), natrium (Na), kalium (K), rubidium (Rb), dan sesium (Cs), serta satu unsur radioaktif fransium (Fr). Golongan IA disebut golongan logam alkali karena membentuk basa kuat dalam air. Jika dilihat penampilannya, semua logam alkali termasuk logam lunak sehingga mudah diiris dengan pisau dam massa jenisnya lebih rendah daripada massa jenis air. Konfigurasi elektron unsur alkali ditunjukan dalam Tabel A. 

Tabel A  Konfigurasi Elektron Unsur Alkali

Lambang Unsur

Nomor Atom

Jumlah Elektron pada Kulit

Li

 Na

                     K

Rb

Cs

Fr

                    3

                  11

                  19

                  37

                  55

                  87

       2  1

       2  8  1

       2  8  8  1

       2  8  18  8  1

       2  8  18  18  8  1

       2  8  18  32  18  8 1

           

Berdasarkan Tabel A, terlihat bahwa semua unsur alkali memiliki elektron di kulit terluar berjumlah 1. Atom unsur alkali cenderung melepaskan 1 elektron untuk membentuk ion bermuatan +1. Karena sangat mudah melepaskan elektronnya, logam alkali sangat mudah reaktif, dapat terbakar di udara, dan bereaksi dengan air. Hal itu terbukti jika dilarutkan dalam air, logam alkali akan meledak. Karena kereaktifannya itu, alkali harus disimpan di dalam minyak tanah.

Hidrogen termasuk nonlogam walaupun dengan alkali sama-sama memiliki satu elektron pada kulit terluarnya. Berdasarkan konfigurasi elektron diketahui semua unsur alkali memiliki 1 elektron yang terletak pada kulit terluar. Persamaan ini memyebabkan unsur-unsur alkali memiliki sifat kimia yang mirip. Walaupun memiliki sifat yang mirip tetapi unsur-unsur alkali keberadaan di alam tidak bersama-sama. Hal ini disebabkan oleh ukuran-ukuran ion alkali yang sangat berbeda satu dengan yang lainnya.

Natrium dan kalium sangat melimpah dikerak bumi sedangkan litium, rubidium, dan sesium kelimpahannya sangat sedikit. Kelimpahan logam alkali yang paling sedikit adalah fransium. Hal ini disebabkan fransium merupakan unsur radioaktif yang memancarkan sinar beta (β) dengan waktu paruh yang pendek sekitar 21 menit, kemudian segera berubah menjadi unsur thorium. Logam fransium dihasilkan dari unsur aktinium dengan pemancaran sinar alpha (α). Fransium merupakan unsur logam golongan alkali yang bersifat radioaktif dan sifat-sifat kimianya sangat mirip dengan cesium.

Fransium dihasilkan ketika unsur radioaktif aktinium meluruh melalui reaksi sebagai berikut:

                         _ 89 [Ac] ^227 _ 87 [Fr] ^223 + _2 [He] ^4

            Selain itu fransium merupakan unsur logam berat yang sangat elektropositif dan merupakan unsur radioaktif alami yang isotop-isotopnya mempunyai massa atom dalam rentang 204 sampai 224.

 

Sumber logam Alkali Di Alam

§  Natrium ditemukan sebagai natrium klorida (NaCl) yang terdapat dalam air laut, dalam bentuk sendawa Chili NaNO3, trona (Na2CO3.2H2O), boraks (Na2B4O7.10H2O) dan mirabilit (Na2SO4).

§  Kalium didapat sebagai mineral silvit (KCl)), mineral karnalit (KCl.MgCl2.6H2O) sendawa (KNO3), dan feldspar (K2O.Al2O3.3SiO2). Selain dari kalium juga terdapat dalam air laut.

§  Unsur rubidium dan sesium dihasilkan sebagai hasil samping proses pengolahan litium dari mineralnya.

 

Ektraksi Logam Alkali

            Logam-logam alkali sangat stabil terhadap pemanasan, sehingga logam-logam alkali tidak dapat diperoleh dari oksidanya melalui proses pemanasan. Logam alkali tidak dapat dihasilkan dengan mereduksi oksidanya, hal ini disebabkan logam-logam alkali merupakan pereduksi yang kuat.

            Keberadaan natrium dan kalium telah dikenali sejak lama, namun untuk mereduksi logam-logam alkali dalam air tidak dapat dilakukan karena logam-logam alkali dapat bereaksi dengan air membentuk basa kuat. Pada abad ke-19 H. Davy akhirnya dapat mengisolasi natrium dan kalium dengan melakukan elektrolisis terhadap lelehan garam KOH dan NaOH. Dengan metode yang sama Davy berhasil mengisolasi Li dari LiO2. Kemudian Rb dan Cs ditemukan sebagai unsur baru dengan teknik spektroskopi pada tahun 1860-1861 oleh Bunsen  dan Kirchhoff. Sedangkan fransium ditemukan oleh Perey dengan menggunakan teknik radiokimia tahun 1939.

            Semua logam alkali hanya dapat diisolasi dari leburan garam halidanya melalui proses elektrolisis. Garam-garam halida mempunyai titik lebur yang sangat tinggi, oleh karena itu umumnya ditambahkan garam halida yang lain untuk menurunkan titik lebur garam halidanya.

Comments

Popular posts from this blog