Bilangan Oksidasi Unsur Dalam Senyawa atau Ion
Bilangan oksidasi
digunakan untuk mengidentifikasi oksidan dan reduktan dalam reaksi redoks.
Dengan mempelajari aturan dalam bilangan oksidasi akan memudahkan kita untuk
memahami reaksi kimia yang terjadi di sekitar kita.
1. Pengertian Bilangan Oksidasi
Bilangan oksidasi
didefinisikan sebagai muatan yang dimiliki suatu atom jika seandainya elektron
diberikan kepada atom lain yang keelektronegatifannya lebih besar.
Jika dua atom berikatan,
maka ion keelektronegatifannya lebih
kecil memiliki bilangan oksidasi positif,
sedangkan atom yang keelektronegatifannya lebih
besar memiliki bilangan oksidasi negatif.
Perhatikan peringkat
keelektronegatifan atom-atom di bawah ini.
Logam < H < P < C <
S < I < Br < Cl < N < O < F
b. Atom H dalam sebagian besar senyawa memiliki bilangan
oksidasi positif. Atom H memiliki
bilangan oksidasi negatif hanya jika berikatan dengan atom logam (misal NaH, BaH2).
c. Atom O dalam sebagian besar senyawa memiliki bilangan
oksidasi negatif. Atom O memiliki
bilangan oksidasi positif hanya jika berikatan dengan atom F (misal F2O).
d. Atom C dalam CH4 memiliki bilangan oksidasi negatif, sedangkan atom C dalam CCl4
memiliki bilangan oksidasi positif.
e. Atom Cl dalam PCl3 memiliki bilangan oksidasi negatif, sedangkan atom Cl dalam NCl3
memiliki bilangan oksidasi positif.
f. Atom Br dalam ClBr memiliki bilangan oksidasi positif, sedangkan atom Br dalam IBr
memiliki bilangan oksidasi negatif.
g. Dalam unsur bebas (Na, Fe, C, S, O2,
O3, N2, H2, Cl2, P4, dan
sebagainya), masing-masing atom memiliki bilangan oksidasi nol, sebab atom-atom sejenis tentu mempunyai keelektronegatifan
yang besar.
Penulisan bilangan
oksidasi berbeda dengan penulisan muatan suatu ion.
·
Bilangan oksidasi ditulis dengan tanda +/- di depan
angka ·
Muatan ion ditulis dengan tanda +/- di belakang angka
Ion Ba2+ mempunyai muatan 2+ dan biloks +2
Ion O2- mempunyai muatan 2- dan biloks -2
Dengan
bilangan oksidasi akan mempermudah pengertian reduksi atau oksidasi dalam suatu
reaksi redoks. Contohnya pada vanadium. Vanadium membentuk beberapa ion, V2+
dan V3+. Bagaimana ini bisa terjadi? Perhatikan penjelasan berikut.
Ion V2+ akan terbentuk dengan mengoksidasi logam:
-
Dengan memindahkan 2 elektron Vanadium kini mempunyai
biloks +2
-
Pemindahan satu elektron lagi membentuk ion V3+
Vanadium kini mempunyai biloks +3
-
Pemindahan elektron sekali lagi membentuk ion tidak
biasa, VO2+
-
Biloks vanadium kini adalah +4.
Perhatikan bahwa biloks
tidak didapat hanya dengan menghitung muatan ion. Tetapi pada pelepasan pertama
dan kedua memang benar. Bilangan oksidasi positif dihitung dari total elektron
yang harus dipindahkan, mulai dari bentuk unsur bebasnya.
Vanadium biloks +5 juga
bisa saja dibentuk dengan memindahkan elektron kelima dan membentuk ion baru.
Tiap kali vanadium dioksidasi dengan memindahkan satu elektronnya, biloks
vanadium bertambah 1.
Sebaliknya, jika
elektron ditambahkan pada ion, biloksnya akan turun. Bahkan dapat diperoleh
lagi bentuk awal atau bentuk bebas vanadium yang memiliki biloks nol. Bagaimana
jika pada suatu unsur ditambahkan elektron? Ini tidak dapat dilakukan pada
vanadium, tetapi dapat pada unsur seperti sulfur. Ion sulfur memiliki biloks
-2.
2. Aturan Penentuan Bilangan Oksidasi
Untuk setiap unsur atau
molekul yang terlibat dalam suatu reaksi kita perlu mengikuti aturan berikut.
Tabel Aturan Penentuan Bilangan Oksidasi
|
No. |
Aturan |
Contoh |
|
a. |
Bilangan oksidasi unsur bebas: 0.
Hal ini berlaku untuk setiap bahan murni baik berupa gas diatomik atau
sepotong logam murni. |
Cu, Zn, Al, H2, O2,
N2, P4, S8, Cl2, Br2,
I2. |
|
b. |
Bilangan oksidasi unsur logam
dalam senyawa selalu positif dan nilainya sesuai dengan elektron
valensinya. |
·
Bilangan oksidasi unsur golongan IA (Li, Na, K, Rb, Cs): +1 ·
Bilangan oksidasi unsur golongan IIA (Be, Mg, Ca, Sr, Ba): +2 ·
Bilangan oksidasi unsur golongan IIIA (Al): +3 ·
Bilangan oksidasi unsur golngan transisi (golongan B) dapat lebih dari 1
macam biloks, misalnya: -
Cu: +1 dan +2 -
Fe: +2 dan +3 |
|
c. |
Bilangan oksidasi unsur O dalam
senyawa: -2, kecuali pada senyawa peroksida biloks O: -1, dan pada senyawa
oksifluorida biloks O: +2. |
·
Bilangan oksidasi O dalam Na2O, Ca(OH)2, HNO3,
Fe2O3: -2. ·
Bilangan oksidasi O dalam H2O2, Na2O2,
BaO2: -1. ·
Bilangan oksidasi O dalam OF2: +2 |
|
d. |
Bilangan oksidasi unsur H dalam
senyawa: +1, kecuali pada senyawa hidrida (senyawa yang terdiri atas lgam dan
hidrogen) bilangan oksidasi unsur H: -1. |
·
Bilangan oksidasi H dalam HCl, NH3, H2O: +1. ·
Bilangan oksidasi H dalam NaH, BaH2: -1 |
|
e. |
Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur
dalam suatu senyawa: 0. |
·
Jumlah bilangan oksidasi dalam senyawa K2Cr2O7
= 0. (2 biloks K) + (2 biloks Cr) + (7
biloks O) = 0. ·
Jumlah bilangan oksidasi dalam senyawa H2SO4 = 0. (2 biloks H) + (1 biloks S) + (4
biloks O) = 0. |
|
f. |
Bilangan oksidasi unsur golongan
VIA (O, S, Se, Te) = -2. |
Bilangan oksidasi O, S, Se, dan Te
= -2. |
|
g. |
Bilangan oksidasi unsur golongan
VIIA (F, Cl, Br, I) = -1. |
Bilangan oksidasi F, Cl, Br, dan I
= -1. |
|
h. |
Jumlah bilangan oksidasi pada ion
sama dengan muatannya |
·
Bilangan oksidasi Cu pada ion Cu2+ : +2. ·
Bilangan oksidasi S pada ion S2- : -2. ·
Bilangan oksidasi SO42- : (1 biloks S) + (4 biloks
S): -2. |
Contoh Soal ke 1
Tentukan bilangan oksidasi belerang (S) dalam:
a.
H2S
b.
H2SO4
c.
SO32-
Jawab
a.
H2S
·
Bilangan oksidasi H = +1, karena atom H ada 2, maka
jumlah bilangan oksidasi H = +2.
·
Agar jumlah bilangan oksidasi = nol, maka bilangan oksidasi S = -2
·
Bentuk lebih sederhana adalah:
-
H2S = 0
-
2(+1). S = 0
-
+2. S = 0
-
S = -2
b.
H2SO4
·
Bilangan oksidasi H = +1, karena atom H ada 2, maka
jumlah bilangan oksidasi H = +2.
·
Bilangan oksidasi O = -2, karena atom O ada 4, maka
jumlah bilangan oksidasi O = -8.
·
Agar jumlah bilangan oksidasi = nol, maka bilangan
oksidasi S = +6
·
Bentuk lebih sederhana adalah:
-
H2SO4 = 0
-
2(+1). S. 4(-2) = 0
-
+2. S. -8 = 0
-
S = -2+8
-
S= +6
c.
SO32-
·
Bilangan oksidasi O = -2, karena atom O ada 3, maka
jumlah bilangan oksidasi O = -6.
·
Agar jumlah bilangan oksidasi = -2, maka bilangan
oksidasi S = +4.
·
Bentuk lebih sederhana adalah:
-
SO3 = -2
-
S. 3(-2) = -2
-
S. -6 = -2
-
S = -2 +6
-
S = +4
Tentukan bilangan oksidasi atom nitrogen (N) dalam:
a.
NaNO3
b.
NO2-
c.
NH4+
Jawab
a.
NaNO3
·
Bilangan oksidasi Na = +1, karena atom Na ada 1, maka
jumlah bilangan oksidasi Na = +1.
·
Bilangan oksidasi O = - 2, karena jumlah atom O ada 3,
maka jumlah bilangan oksidasi O = - 6.
·
Agar jumlah
bilangan oksidasi = nol, maka bilangan oksidasi N = +5
·
Bentuk lebih sederhana adalah:
-
NaNO3 = 0
-
1(+1). N. 3(-2) = 0
-
+1. N. -6 = 0
-
N = +6-1
-
N = +5
b.
NO2‑
·
Bilangan oksidasi O = -2, karena jumlah atom O ada 2,
maka jumlah bilangan oksidasi O = -4.
·
Agar jumlah bilangan oksidasi = -1, maka bilangan
oksidasi N = +3
·
Bentuk lebih sederhana adalah:
-
NO2 = -1
-
N. 2(-2) = -1
-
N. - 4 = -1
-
N = -1+4
-
N = +3
c.
NH4+
·
Bilangan oksidasi H = +1, karena jumlah atom H ada 4,
maka jumlah bilangan oksidasi H = +4.
·
Agar jumlah bilangan oksidasi = +1, maka bilangan
oksidasi N = -3.
·
Bentuk lebih sederhana adalah:
-
NH4 = +1
-
N. 4(+1) = +1
-
N. +4 = +1
-
N = +1 – 4
-
N = - 3
Contoh Soal ke 3
Hitunglah bilangan oksidasi atom kromium (Cr) dalam:
a.
Cr(OH)3
b.
CrO42-
c.
Cr2O72-
Jawab
a.
Cr(OH)3
·
Bilangan oksidasi O
= - 2, karena jumlah atom O ada 3, maka jumlah bilangan oksidasi O = - 6.
·
Bilangan oksidasi H
= +1, karena jumlah atom H ada 3, maka jumlah bilangan oksidasi H = +3
·
Bilangan oksidasi
Cr adalah: +3
·
Bentuk lebih
sederhana adalah:
-
-
Cr. 3O. 3H = 0
-
Cr. 3(-2). 3(+1) = 0
-
Cr. -6. +3 = 0
-
Cr = - 3 + 6
-
Cr = +3
·
Bilangan oksidasi O = -2, karena jumlah atom O ada 4,
maka jumlah bilangan oksidasi O = - 8.
·
Bilangan oksidasi Cr adalah +6.
·
Bentuk lebih sederhana adalah:
-
CrO4 = -2
-
Cr. 4(-2) = -2
-
Cr. – 8 = - 2
-
Cr = - 2 + 8
-
Cr = +6
c.
Cr2O72-
·
Bilangan oksidasi O
= -2, karena jumlah atom O ada 7, maka jumlah bilangan oksidasi O = - 14.
·
Jumlah bilangan
oksidasi Cr adalah +12.
·
Bilangan oksidasi
Cr adalah: +6
·
Bentuk lebih
sederhana:
-
Cr2O7
= - 2
-
Cr2. 7(-2)
= - 2
-
Cr2. –
14 = - 2
-
Cr2 = -
2 + 14
-
Cr2 =
+12
-
Cr = +12/2
-
Cr = +6
Hitunglah
bilangan oksidasi karbon (C) dalam:
a.
CaCO3
b.
C2O42-
c.
C2H5OH
Jawab
a.
CaCO3
·
Bilangan oksidasi Ca adalah: +2.
·
Bilangan oksidasi O = - 2, karena atom O ada 3, maka
jumlah bilangan oksidasi O = - 6.
·
Bilangan oksidasi C adalah: +4
·
Bentuk lebih sederhana adalah:
-
CaCO3 = 0
-
1(+2). C. 3(-2) = 0
-
+2. C. -6 = 0
-
C = +6 – 2
-
C = +4
b.
C2O42-
·
Bilangan oksidasi O = - 2, karena atom O ada 4, maka
jumlah bilangan oksidasi O = -8.
·
Jumlah bilangan oksidasi C = +6
·
Bilangan oksidasi C = +3
·
Bentuk lebih sederhana adalah:
-
C2O4 = - 2
-
C2. 4(-2) = -2
-
C2. -8 = -2
-
C2 = - 2 + 8
-
C2 = +6
-
C = +6/2
-
C = +3
c.
C2H5OH
·
Bilangan oksidasi H = +1, karena atom H ada 6, maka
jumlah bilangan oksidasi H = +6
·
Bilangan oksidasi O = -2, karena atom O ada 1, maka
jumlah bilangan oksidasi O = - 2
·
Jumlah bilangan oksidasi C = - 4
·
Bilangan oksidasi C = -2
·
Bentuk lebih sederhana adalah:
-
C2H5OH = 0
-
C2H6O = 0
-
C2. 6(+1). 1(-2) = 0
-
C2. +6. -2 = 0
-
C2 = +2 – 6
-
C2 = - 4
-
C = - 4/2
-
C = - 2
Latihan
1.
Hitunglah bilangan oksidasi atom fosfor (P) dalam:
a.
H3PO4
b.
Na3PO3
c.
PO43-
2.
Tentukan bilangan
oksidasi unsur berikut ini:
a.
Oksigen dalam senyawa H2O2
b.
Belerang dalam senyawa Na2SO3
c.
Karbon dalam C2O42-
Comments
Post a Comment