BAB
II
MINYAK
BUMI
Minyak bumi masih
menjadi sumber energi andalan untuk saat ini. Bahan bakar kendaraan dan mesin
industri masih bergantung pada minyak bumi. Bensin, solar, dan minyak tanah
merupakan fraksi-fraksi minyak bumi yang banyak dipakai setiap hari. Solar
merupakan bahan bakar diesel. Minyak tanah digunakan untuk bahan bakar kompor.
A. Fraksi
Minyak Bumi
Minyak bumi mentah
belum dapat digunakan sebelum dimurnikan terlebih dahulu. Permurnian minyak
bumi dilakukan dengan cara distilasi, yaitu cara pemisahan berdasarkan
perbedaan titik didih dari masing-masing komponen dalam campuran.
Minyak mentah
dipanaskan sampai 350°C dan dipompakan ke dalam kolom distilasi.
Sebagian dari minyak menguap dan bergerak melalui sungkup-sungkup. Di sini
sebagian dari uap (yaitu fraksi dengan titik didih tinggi) mencair dan mengalir
melalui pelat, sehingga terpisah dari fraksi yang lain. Uap yang tidak mencair
(sebab titik didih lebih rendah) melanjutkan perjalanannya ke bagian kolom yang
lebih atas dan mengalami pencairan sebagian (sesuai dengan trayek titik
didihnya) pada pelat-pelat di sebelah atas. Demikianlah seterusnya, sehingga
akhirnya diperoleh fraksi gas-gas (lihat Tabel 2.1)
Tabel
2.1 Fraksi Minyak Bumi
|
Fraksi
Minyak Bumi |
Jumlah
Atom C |
Trayek
Titik Didih |
|
Gas alam (LNG) Elpiji (LPG) Petroleum eter Bensin Nafta Kerosin (minyak tanah) Solar Minyak pelumas Vaselin dan lilin Aspal |
C1 – C2 C3 – C4 C5 – C6 C7 – C8 C9 – C10 C11 – C13 C14 – C16 C17 – C20 C21 – C24 C36 dst |
-160°C sampai -88°C - 40°C sampai 0°C 20°C sampai 70°C 70°C sampai 140°C 140°C sampai 180°C 180°C sampai 250°C 250°C sampai 350°C di atas 350 °C |
Petroleum
eter, bensin, nafta, kerosin, dan solar termasuk kelompok distilat (cairan
hasil distilasi), sedangkan minyak pelumas, vaselin, lilin, dan aspal termasuk residu (padatan
sisa distilasi).
Sifat-sifat fraksi
bergantung pada komposisi minyak mentah dan tipe produk jadi yang diinginkan.
Fraksi-fraksi yang diperoleh dalam distilasi ini merupakan campuran
senyawa-senyawa hidrokarbon yang mendidih pada trayek-trayek suhu tertentu.
Proses distilasi berlangsung pada kolom atau menara distilasi. Pada kolom
distilasi terdapat pelat-pelat pada jarak tertentu yang mempunyai sejumlah bubble caps. Pelat-pelat ini digunakan
untuk mempermudah pemisahan berbagai fraksi dengan trayek suhu yang
berbeda-beda.
Ketika minyak mentah
(minyak bumi) yang dipanaskan mencapai suhu 400 °C,
banyak komponen campuran menjadi gas. Gas tersebut kemudian dipompa ke kolom.
Minyak yang telah menguap kemudian bergerak ke atas melalui bubble caps. Pada bubble caps, minyak yang telah berbentuk uap mencair, sedangkan uap
minyak yang tidak mencair naik ke kolom dan kembali mengalami pencairan
sebagian pada pelat-pelat di atasnya. Semakin tinggi perjalanan gas di kolom,
semakin rendah titik didihnya.
1. Bensin
Bensin banyak digunakan
sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Bensin diperoleh dari distilasi minyak
bumi yang mengandung alkana rantai lurus.
2. Nafta
Nafta digunakan sebagai
zat aditif pada bensin dan sebagai bahan baku pada proses pembuatan etilena dan
senyawa-senyawa aromatik. Nafta dikenal sebagai bensin berat yang apabila
dicampur minyak gas ringan dapat dipakai sebagai bahan bakar jet.
3. Kerosin
Dalam kehidupan
sehari-hari dikenal dengan nama minyak tanah. Kerosin banyak digunakan sebagai
penerangan dan bahan bakar kompor dalam rumah tangga. Penggunaan lainnya
sebagai bahan bakar mesin pesawat terbang jenis tertentu dengan nama avtur (aviation turbine).
4. Minyak
Solar
Minyak solar banyak
digunakan sebagai bahan bakar industri, yaitu sebagai bahan bakar mesin diesel.
Sebagai minyak gas, minyak solar banyak digunakan dalam pembuatan gas kota,
yang didistribusikan ke rumah-rumah untuk bahan bakar dapur.
5. Residu
Residu adalah senyawa
hidrokarbon dengan jumlah atom karbon lebih dari 20. Fraksi ini pada suhu kamar
berupa padatan, misalnya lilin dan aspal. Jenis residu hasil distilasi
bergantung pada jenis minyak tanahnya. Ada minyak mentah yang
menghasilkan paraffin padat sebagai residunya.
B. Mutu
Bensin
Bensin adalah campuran
isomer-isomer heptana (C7H16)
dan oktana (C8H18).
Nama lain dari bensin adalah petrol atau gasolin. Bensin
merupakan fraksi minyak bumi yang paling komersial, paling banyak diproduksi
dan digunakan, sebab ia berfungsi sebagai bahan bakar kendaraan bermotor yang
menjadi alat transportasi manusia sehari-hari. Fraksi bensin dalam minyak bumi
sebetulnya relatif sedikit. Oleh Karena itu, pada pengolahan minyak bumi
dilakukan proses cracking, yaitu
pemutusan hidrokarbon yang rantainya panjang. Minyak bumi dipanaskan pada suhu
800 °C, agar fraksi berantai panjang yang kurang komersial pecah
menjadi fraksi bensin yang rantainya lebih pendek.
Oksidasi oleh gas O2
(udara) akan menghasilkan energi untuk menjalankan mesin kendaraan. Efisiensi
energi yang tinggi diperoleh
dari komponen bensin yang memiliki rantai karbon bercabang banyak.
Adapun komponen bensin yang berantai lurus atau bercabang sedikit akan
menghasilkan energi yang kurang efisien, artinya energi banyak terbuang dalam
bentuk panas,
bukan sebagai kerja untuk menggerakan mesin. Kurang efisiensi ini ditandai
dengan suara ketukan (knocking) pada mesin kendaraan. Jadi,
sedapat mungkin suara ketukan itu harus dikurangi, artinya bensin dibuat
seefisien mungkin dalam menghasilkan energi.
Di dalam bensin
terdapat dua senyawa hidrokarbon sebagai komponen utama, yaitu n-heptana dan isooktana. Struktur kedua
hidrokarbon tersebut adalah sebagai berikut.
CH3 – CH2 –
CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH3
n-heptana
CH3
│
CH3 – C – CH2
– CH – CH3
│ │
CH3 CH3
2,2,4-trimetil pentana (isooktana)
Bensin yang kaya dengan
alkana (berantai karbon lurus) sangat mudah terbakar sehingga menimbulkan
ketukan (knocking) dalam motor bakar.
Knocking
terjadi karena bahan bakar terbakar sangat cepat sehingga meledak dalam
silinder dan mendorong piston dengan keras. Sampai sekarang, dikenal tiga macam
bensin, yaitu premium, premix, dan super TT. Mutu bensin ditentukan oleh jumlah letupan (knocking) yang ditimbulkan pada saat
digunakan. Letupan disebabkan pembakaran terjadi terlalu dini, yaitu terjadi
sebelum piston berada pada posisi yang tepat. Letupan akan terdengar jika
mobil dipercepat pada tanjakan. Makin banyak letupan, makin rendah mutu bensin.
Adanya letupan menyebabkan mesin berbunyi menggelitik, mengurangi efisiensi pembakaran
bahan bakar, dan dapat menyebabkan rusak mesin.
Bensin jenis premix yang memiliki bilangan oktana 94
setara mutunya dengan campuran 94% isooktana dan 6% n-heptana. Walaupun
demikian, premix tidak hanya terdiri atas 94% isooktana dan 6% n-heptana, tetapi terdiri atas banyak
hidrokarbon yang mutunya setara dengan campuran itu. Pada umumnya, bensin
premium memiliki bilangan oktana 80-85, sedangkan bensin super TT memiliki
bilangan oktana 98.
Kualitas bensin
ditentukan dengan bilangan oktana (angka oktana)
Persentase iso-oktana
dalam suatu bensin disebut bilangan oktan (nilai oktan). Makin tinggi harga bilangan oktan suatu bensin, makin efisien bensin tersebut
menghasilkan energi. Bensin hasil
distilasi masih banyak menimbulkan letupan jika digunakan. Hal ini disebabkan
sebagian besar bensin hasil distilasi berupa hidrokarbon rantai lurus. Oleh
karena itu, bensin harus diolah terlebih dahulu sebelum digunakan. Pengolahan
bertujuan untuk menaikkan bilangan oktana.
Tabel
2.2 Bilangan oktan beberapa hidrokarbon
|
Nama |
Rumus |
Bilangan
Oktan |
|
Heksana Sikloheksana Benzena Isooktana |
C6H16 C6H12 C6H6 C8H8 |
25 82 100 100 |
Untuk meningkatkan mutu bensin
dilakukan dengan cara menambahkan bahan aditif yang dikenal dengan TEL (tetra ethyl lead) atau timbal tetra etil. Rumus kimia TEL
adalah Pb(C2H5)4, suatu zat yang mampu
mempercepat pembakaran bensin agar efisiensinya maksimum. Penambahan TEL dapat
menaikkan angka oktan 80 – 90%. Misalnya, bensin premium memiliki angka oktan
88, artinya mutu bahan bakar tersebut sama dengan campuran 88% isooktana dan
12% n-heptana.
Penggunaan TEL dapat menaikkan mutu
bensin. Akan tetapi, juga menghasilkan gas buang atau debu PbBr2
yang mencemari lingkungan. Knalpot kendaraan bermotor akan membuang debu-debu
timbal (Pb) ke udara, dan jika debu itu terhisap oleh manusia dalam kadar yang
tinggi menyebabkan beberapa enzim pertumbuhan tidak aktif. Akibatnya bagi anak-anak
adalah berat badan berkurang serta perkembangan sistem syaraf lambat, sedangkan
pengaruh keracunan timbal bagi orang dewasa adalah selera makan hilang, cepat
lelah, dan iritasi saluran pernafasan.
Kini telah dikembangkan zat aditif
untuk menaikkan mutu bensin yang bebas timbal (unleaded gasoline), yaitu metil tersier
butil eter (MTBE). Fungsi MTBE disebut sama dengan fungsi TEL tetapi
tidak banyak menghasilkan PbBr2. Campuran bensin premium dengan MTBE
disebut bensin Pertamax. Misalnya, Pertamax -92, artinya bensin premium dengan
20% MTBE dan angka oktannya 92.
Beberapa zat aditif lain yang
digunakan untuk menaikkan angka oktan adalah oksigenat alkohol dan eter. Oksigenat
alkohol yang telah dipakai, yaitu etanol (produk dari Amerika Serikat) dan
campuran metanol dan tersier-butil alkohol (TBA) yang dikenal dengan nama
axinol.
Comments
Post a Comment