B. Mutu
Bensin
Bensin adalah campuran
isomer-isomer heptana (C7H16)
dan oktana (C8H18).
Nama lain dari bensin adalah petrol atau gasolin. Bensin
merupakan fraksi minyak bumi yang paling komersial, paling banyak diproduksi
dan digunakan, sebab ia berfungsi sebagai bahan bakar kendaraan bermotor yang
menjadi alat transportasi manusia sehari-hari. Fraksi bensin dalam minyak bumi
sebetulnya relatif sedikit. Oleh Karena itu, pada pengolahan minyak bumi
dilakukan proses cracking, yaitu
pemutusan hidrokarbon yang rantainya panjang. Minyak bumi dipanaskan pada suhu
800 °C, agar fraksi berantai panjang yang kurang komersial pecah
menjadi fraksi bensin yang rantainya lebih pendek.
Oksidasi oleh gas O2
(udara) akan menghasilkan energi untuk menjalankan mesin kendaraan. Efisiensi
energi yang tinggi diperoleh
dari komponen bensin yang memiliki rantai karbon bercabang banyak.
Adapun komponen bensin yang berantai lurus atau bercabang sedikit akan
menghasilkan energi yang kurang efisien, artinya energi banyak terbuang dalam
bentuk panas,
bukan sebagai kerja untuk menggerakan mesin. Kurang efisiensi ini ditandai
dengan suara ketukan (knocking) pada mesin kendaraan. Jadi,
sedapat mungkin suara ketukan itu harus dikurangi, artinya bensin dibuat
seefisien mungkin dalam menghasilkan energi.
Di dalam bensin
terdapat dua senyawa hidrokarbon sebagai komponen utama, yaitu n-heptana dan isooktana. Struktur kedua
hidrokarbon tersebut adalah sebagai berikut.
CH3 – CH2 –
CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH3
n-heptana
CH3
│
CH3 – C – CH2
– CH – CH3
│ │
CH3 CH3
2,2,4-trimetil pentana (isooktana)
Bensin yang kaya dengan
alkana (berantai karbon lurus) sangat mudah terbakar sehingga menimbulkan
ketukan (knocking) dalam motor bakar.
Knocking
terjadi karena bahan bakar terbakar sangat cepat sehingga meledak dalam
silinder dan mendorong piston dengan keras. Sampai sekarang, dikenal tiga macam
bensin, yaitu premium, premix, dan super TT. Mutu bensin ditentukan oleh jumlah letupan (knocking) yang ditimbulkan pada saat
digunakan. Letupan disebabkan pembakaran terjadi terlalu dini, yaitu terjadi
sebelum piston berada pada posisi yang tepat. Letupan akan terdengar jika
mobil dipercepat pada tanjakan. Makin banyak letupan, makin rendah mutu bensin.
Adanya letupan menyebabkan mesin berbunyi menggelitik, mengurangi efisiensi pembakaran
bahan bakar, dan dapat menyebabkan rusak mesin.
Bensin jenis premix yang memiliki bilangan oktana 94
setara mutunya dengan campuran 94% isooktana dan 6% n-heptana. Walaupun
demikian, premix tidak hanya terdiri atas 94% isooktana dan 6% n-heptana, tetapi terdiri atas banyak
hidrokarbon yang mutunya setara dengan campuran itu. Pada umumnya, bensin
premium memiliki bilangan oktana 80-85, sedangkan bensin super TT memiliki
bilangan oktana 98.
Kualitas bensin
ditentukan dengan bilangan oktana (angka oktana)
Persentase iso-oktana
dalam suatu bensin disebut bilangan oktan (nilai oktan). Makin tinggi harga bilangan oktan suatu bensin, makin efisien bensin tersebut
menghasilkan energi. Bensin hasil
distilasi masih banyak menimbulkan letupan jika digunakan. Hal ini disebabkan
sebagian besar bensin hasil distilasi berupa hidrokarbon rantai lurus. Oleh
karena itu, bensin harus diolah terlebih dahulu sebelum digunakan. Pengolahan
bertujuan untuk menaikkan bilangan oktana.
Tabel
2.2 Bilangan oktan beberapa hidrokarbon
|
Nama |
Rumus |
Bilangan
Oktan |
|
Heksana Sikloheksana Benzena Isooktana |
C6H16 C6H12 C6H6 C8H8 |
25 82 100 100 |
Untuk meningkatkan mutu bensin
dilakukan dengan cara menambahkan bahan aditif yang dikenal dengan TEL (tetra ethyl lead) atau timbal tetra etil. Rumus kimia TEL
adalah Pb(C2H5)4, suatu zat yang mampu
mempercepat pembakaran bensin agar efisiensinya maksimum. Penambahan TEL dapat
menaikkan angka oktan 80 – 90%. Misalnya, bensin premium memiliki angka oktan
88, artinya mutu bahan bakar tersebut sama dengan campuran 88% isooktana dan
12% n-heptana.
Penggunaan TEL dapat menaikkan mutu
bensin. Akan tetapi, juga menghasilkan gas buang atau debu PbBr2
yang mencemari lingkungan. Knalpot kendaraan bermotor akan membuang debu-debu
timbal (Pb) ke udara, dan jika debu itu terhisap oleh manusia dalam kadar yang
tinggi menyebabkan beberapa enzim pertumbuhan tidak aktif. Akibatnya bagi anak-anak
adalah berat badan berkurang serta perkembangan sistem syaraf lambat, sedangkan
pengaruh keracunan timbal bagi orang dewasa adalah selera makan hilang, cepat
lelah, dan iritasi saluran pernafasan.
Kini telah dikembangkan zat aditif
untuk menaikkan mutu bensin yang bebas timbal (unleaded gasoline), yaitu metil tersier
butil eter (MTBE). Fungsi MTBE disebut sama dengan fungsi TEL tetapi
tidak banyak menghasilkan PbBr2. Campuran bensin premium dengan MTBE
disebut bensin Pertamax. Misalnya, Pertamax -92, artinya bensin premium dengan
20% MTBE dan angka oktannya 92.
Beberapa zat aditif lain yang
digunakan untuk menaikkan angka oktan adalah oksigenat alkohol dan eter. Oksigenat
alkohol yang telah dipakai, yaitu etanol (produk dari Amerika Serikat) dan
campuran metanol dan tersier-butil alkohol (TBA) yang dikenal dengan nama
axinol.
Beberapa hal yang perlu diawasi
dalam penggunaan bensin sebagai bahan bakar adalah sebagai berikut.
1. 1. Pembakaran
bensin yang tidak sempurna akan menghasilkan gas karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), dan jelaga (C).
Reaksi pembakaran bensin adalah
CxHy +
O2 → C(s) + CO(g) +
CO2 (g) + H2O(g)
Zat
karbon dan gas karbon dioksida dapat mencemari udara. Gas karbon monoksida (CO)
dapat bersifat racun sehingga berbahaya bagi kesehatan manusia. Gas CO yang
masuk dalam tubuh manusia akan mengikat hemoglobin dalam darah membentuk HbCO
(karboksi hemoglobin) sehingga peredaran darah dalam tubuh akan terganggu.
Apabila keadaan
ini berlangsung cukup lama dan terus-menerus, maka manusia akan mati karena
kekurangan oksigen.
2. 2. Penggunaan
TEL sebagai aditif dapat menyebabkan pencemaran udara oleh logam Pb, yang
keluar bersama asap sisa hasil pembakaran bensin.
3. 3. Adanya
unsur belerang (S) dalam minyak bumi dapat menyebabkan pencemaran udara. Hal
itu karena belerang yang terbakar bersama minyak bumi akan menghasilkan gas SO2
yang merupakan salah satu penyebab terjadinya hujan asam.
Akan tetapi perlu segera
dikemukakan bahwa baik memakai timbal, maupun tidak bertimbal, bensin tetap
memegang rekor sebagai biang keladi pencemaran udara! Asap buangan kendaraan
bermotor merupakan sumber utama gas karbon
monoksida (CO) yang beracun.
Gas CO memiliki kemampuan untuk
terikat kuat pada hemoglobin, suatu protein dalam darah yang bertugas
mengangkut O2 dari paru-paru ke seluruh tubuh. Daya ikat hemoglobin
terhadap CO dua ratus lebih kuat daripada
terhadap O2. Jika kita menghisap udara yang mengandung O2
dan CO, kedua gas ini berkompetisi untuk terikat pada hemoglobin, dan CO selalu
tampil sebagai pemenang. Jadi, yang lebih dahulu diikat hemoglobin adalah CO,
baru kemudian O2. Sekiranya CO terlalu banyak, bisa-bisa O2
tidak diikat, sehingga tubuh kita kekurangan oksigen untuk metabolisme sel-sel.
Berdasarkan penelitian, seseorang
yang menghirup udara dengan kadar 100 ppm CO selama satu jam akan kehilangan 60
% dari jatah O2 yang seharusnya diterima dari udara segar. Di
kota-kota besar yang umumnya lalu lintas kendaraan cukup sibuk, kadar CO di
udara mencapai 50 ppm, bahkan di daerah sekitar lampu-lampu setopan dapat
mencapai 120 ppm. Kadar CO di udara yang diperbolehkan (belum membahayakan jika
diisap) adalah di bawah 100 ppm
(0,01%). Udara dengan kadar CO 100 ppm dapat menyebabkan sakit kepala dan cepat
lelah. Menghirup udara dengan kadar CO 750 ppm dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu,
janganlah menghidupkan mesin otomobil terlalu lama dalam garasi yang tertutup!
1. Pemisahan
fraksi-fraksi minyak bumi dilakukan berdasarkan perbedaan………..
A. titik
didih D. reaksi adisi
B. ikatan
kimia E. berat jenis
C. massa
molekul
2. Yang
tidak termasuk minyak bumi
adalah…………………………..
A. minyak
tanah D. nafta
B. solar E. minyak atsiri
C. bensin
3. Fraksi
minyak bumi yang dihasilkan pada suhu 140°C – 180 °C
adalah…………….
A.
kerosin D.
bensin
B.
residu E. nafta
C. solar
4. Hasil
sulingan (distilat) minyak bumi yang memiliki titik didih paling tinggi
adalah……..
A. bensin D. kerosin
B. solar E. nafta
C. residu
5. Manakah
fraksi minyak bumi di bawah ini yang tersusun menurut kenaikan titik didih?
A. solar,
kerosin, bensin D. bensin,kerosin, solar
B. bensin,
solar, kerosin E. solar, bensin, kerosin
C. kerosin,
bensin, solar
6. Bensin
kendaraan bermotor jangan dihidupkan dalam ruang tertutup, sebab salah satu gas
hasil pembakaran bensin bersifat racun, yaitu………………
A. NO2 D. H2O
B. CO E. CO2
C. NO
7. Logam
pencemaran udara yang dihasilkan dari pembakaran bensin adalah……..
A.
Sn D. Fe
B.
Ni E. Hg
C.
Pb
8. Kadar
CO di udara yang masih aman (belum membahayakan) jika diisap adalah………..
A.
Di bawah 100 ppm D. 250 – 500 ppm
B.
100 – 200 ppm E. 500 – 1000 ppm
C. 200
– 250 ppm
Comments
Post a Comment