1. Sifat Fisika Materi

            Sifat-sifat benda yang dapat diamati, dapat dirasakan, dan dapat didengar biasanya berkaitan dengan sifat fisika suatu benda. Contoh sifat fisika materi di antaranya adalah kerapatan (masa jenis), wujud, titik didih, titik beku, warna, kelarutan, daya hantar listrik, daya hantar panas, kekerasan, bau, dan lain-lain.

a. Kerapatan (Massa Jenis)

        Kerapatan merupakan sifat zat yang menyatakan tiap satuan volum. Dalam beberapa buku, kerapatan zat disebut juga dengan istilah massa jenis dan dilambangkan ρ.

            Kerapatan atau massa jenis suatu benda dinyatakan dalam satuan gram/mL, gram/cm3 atau dalam SI dinyatakan dalam kg/m3, Sebagai contoh, air memiliki massa jenis sebesar 1.000 kg/m3. Artinya, massa 1 m3 air adalah 1.000 kg. Tabel berikut ini menunjukan nilai massa jenis beberapa zat.

 

Tabel 1.1 Massa jenis beberapa zat

         Zat

Massa Jenis (gram/cm3)

Zat

Massa Jenis (gram/cm3)

   Air

   Es

   Air Laut

   Gula

   Garam

   Aluminium

1,00

0,92

1,03

1,60

2,18

2,70

Tembaga

    Emas

    Intan

    Besi

    Gabus

Belerang

8,90

19,30

3,50

7,90

0,22

2,00

 

 

b. Wujud (Fasa)

            Zat atau materi dapat berada dalam bentuk padat, cair, maupun gas. Wujud atau fasa zat merupakan salah satu sifat fisika yang dipengaruhi oleh suhu dan tekanan.

            Wujud zat berkaitan erat dengan titik lebur, titik didih, dan titik beku, zat bernilai tetap untuk zat-zat tertentu dan nilai-nilai tersebut berbeda-beda untuk setiap zat. Sebagai contoh, air mempunyai titk beku 0 C dan garam dapur mempunyai titik beku 800 C.

 

c. Warna

            Warna merupakan salah satu sifat fisika zat yang menimbulkan sensasi penglihatan. Dengan kata lain, warna merupakan sifat benda-benda yang bergantung pada cahaya yang dipantulkannya. Setiap zat mempunyai warna tertentu yang dapat membedakan zat tersebut dengan zat-zat lain. Sebagai contoh, susu berwarna putih, karbon atau arang berwarna hitam, dan daunan berwarna hijau dan lain-lain.

d. Kelarutan

            Kelarutan suatu zat dalam pelarut tertentu merupakan sifat fisika. Kelarutan ini merupakan ukuran kemampuan suatu zat untuk melarut dalam sejumlah zat lain pada suhu dan tekanan standar. Tidak semua zat dapat larut dalam pelarut tertentu, bahkan ada zat yang tidak dapat larut dalam pelarut apa pun. Contohnya, gula dapat larut dalam air,  sedangkan pasir tidak dapat larut dalam air.


e. Daya Hantar Listrik Dan Panas

                Benda-benda di alam ini ada yang dapat menghantarkan listrik dan panas dengan baik dan ada juga benda yang kurang menghantarkan atau bahkan tidak bisa sama sekali menghantarkan listrik dan panas. Benda yang dapat menghantarkan listrik dan panas dengan baik disebut konduktor, sedangkan benda yang tidak dapat menghantarkan listrik disebut isolator.

            Kemampuan menghantarkan listrik dan panas disebut dengan konduktivitas (daya hantar) yang merupakan sifat fisika suatu benda. Benda-benda seperti kayu, kertas, karet, dan plastik merupakan contoh-contoh isolator. Sementara itu, benda-benda seperti besi, baja, aluminium, emas, perak, dan tembaga merupakan contoh-contoh konduktor.

 

f. Kekerasan

            Setiap benda memiliki tingkat kekerasan yang berbeda-beda. Tingkat kekerasan benda dapat digunakan untuk mengenali suatu benda. Sebagai contoh, intan merupakan salah satu benda yang mempunyai kekerasan yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan benda-benda lainnya. Kekerasan suatu benda tersebut merupakan sifat fisika.

 

g. Kemagnetan

            Setiap benda mempunyai karakteristik tertentu terhadap tarikan gaya magnet. Ada di antara benda yang bisa ditarik kuat, ada yang kurang ditarik, dan ada pula benda yang tidak bisa ditarik oleh magnet. Sifat benda terhadap pengaruh gaya magnet tersebut dinamakan dengan kemagnetan. Kemagnetan merupakan sifat fisika benda. Sebagai contoh, besi dan baja bisa ditarik kuat oleh magnet, sedangkan plastik dan karet tidak bisa ditarik oleh magnet.

 

h. Bau

            Bau suatu zat juga termasuk dalam sifat fisika. Melalui bau, kita dapat mengenali zat-zat tertentu, misalnya durian mempunyai bau harum, sedangkan amonia mempunyai bau pesing dan tidak segar.

 

i. Rasa

            Seperti halnya sifat fisika yang lainnya, setiap benda pun memiliki rasa tersendiri. Sebagai contoh, gula mempunyai rasa yang manis, cabai mempunyai rasa yang sangat pedas, garam mempunyai rasa yang asin, dan lain-lain.

            Pengetahuan tentang sifat fisika suatu benda akan sangat berguna bagi kita. Di antaranya adalah kita dapat melakukan pemilihan bahan untuk keperluan tertentu. Sebagai contoh untuk membuat kabel listrik, tentu harus digunakan bahan-bahan konduktor, misalnya tembaga. Sementara itu, untuk keamanan dalam menggunakan kabel tersebut, maka digunakan bahan isolator untuk membungkusnya, misalnya dengan menggunakan karet atau plastik.

 

 

 

2. Sifat Kimia Materi

            Sifat kimia suatu zat adalah sifat suatu benda (zat) yang berhubungan dengan terbentuknya zat baru. Berikut ini adalah contoh sifat-sifat kimia suatu zat.

 

a. Sifat Mudah Terbakar

            Sifat mudah terbakar merupakan sifat kimia suatu zat yang berhubungan dengan kemampuan menghasilkan api (terbakar). Tidak semua zat memiliki sifat mudah terbakar. Air merupakan zat yang tidak bisa terbakar. Sementara itu, bensin, minyak tanah, alkohol, kayu kering, dan kertas merupakan contoh benda yang mudah terbakar.

 

b. Sifat Mudah Berkarat

            Logam, seperti besi dan seng mempunyai sifat dapat berkarat. Sementara itu, plastik dan kaca tidak dapat berkarat. Berkaratnya suatu logam terjadi karena adanya interaksi kimia antara logam tersebut dengan udara (oksigen).

 

c. Sifat Mudah Membusuk

            Benda-benda dari jenis makanan, biasanya dapat membusuk dan berubah menjadi asam. Hal ini disebabkan karena adanya reaksi kimia dalam zat tersebut.

 

d. Korosif

            Sifat korosif adalah sifat suatu benda yang dapat merusak benda lain, termasuk logam. Sifat korosif merupakan sifat kimia benda. Contoh zat yang bersifat korosif adalah asam sulfat.

 

e. Sifat Mudah Meledak

            Benda-benda di alam ini ada juga yang mempunyai sifat mudah meledak karena adanya interaksi dengan udara (oksigen) atau zat-zat yang lain. Sebagai contoh, uranium, magnesium, dan natrium.

 

f. Sifat Racun

            Racun yang dimiliki suatu benda merupakan kimia. Hal ini berkaitan dengan bahan kimia yang terkandung dalam suatu benda. Sebagai contoh, rodentisida, insektisida, pestisida, fungisida, dan herbisida merupakan zat-zat yang bersifat racun.

 

g. Sifat Asam Dan Basa

Sifat asam dan basa suatu zat merupakan sifat kimia. Beberapa jenis zat yang ada bersifat asam, dan beberapa jenis zat lain bersifat basa.

 

 

 

C. Metode Ilmiah Dan Keselamatan Kerja

            Ilmu kimia merupakan bagian dari ilmu pengetahuan, perlu dipahami aktivitas ilmiah dalam pengembangan science (ilmu) dan membedakannya dari knowledge (pengetahuan biasa).

            Suatu aktivitas ilmiah diawali dengan pengamatan (observasi). Seorang ilmuwan mengamati dan mempelajari fenomena dan lingkungannya secara saksama, lalu mengelompokkan segala informasi yang diperolehnya ke dalam kategori-kategori berdasarkan ciri atau sifat tertentu. Kemudian ia mencari  keteraturan (regularitas) dari berbagai data tersebut.

            Untuk mencari mengapa keteraturan itu terjadi, sang ilmuwan menyusun suatu hipotesis, yaitu saran untuk meyakini keteraturan itu dan menerangkannya agar dapat diterima dan masuk akal. Hipotesis ini harus diuji kebenarannya melalui eksperimen (percobaan) di laboratorium. Dalam suatu eksperimen, keadaan atau kondisi yang mempengaruhi pengamatan dapat dikontrol, diketahui dengan pasti, dan dapat diubah-ubah sesuai dengan kehendak.

            Keteraturan yang berhubungan langsung dengan hasil eksperimen disebut aturan atau hukum. Untuk menjelaskan hukum tersebut, disusunlah suatu teori, model,atau prinsip. Pada gilirannya suatu teori dapat mengarahkan para ilmuwan untuk melakukan eksperimen baru yang menghasilkan data baru, hukum baru dan akhirnya teori baru. Hal ini berulang terus-menerus, sehingga suatu ilmu pengetahuan makin berkembang.

            Akhirnya, kemajuan suatu ilmu mempunyai arti apabila ilmuwan itu mampu mengkomunikasikan penemuannya kepada ilmuwan-ilmuwan lain melalui suatu penjelasan yang dapat dimengerti. Ilmu pengetahuan tentu akan mandek jika para ilmuwan mendiamkan hasil penelitiannya dan tidak mewariskan hal itu kepada generasi selanjutnya.

            Dengan uraian di atas, maka ada empat dasar ilmiah berikut ini.

1.    Mengumpulkan informasi melalui pengamatan.  

2.    Mengorganisasikan informasi dan mencari keteraturan.

3.    Menalari dan mencari jawaban mengapa keteraturan itu terjadi.

4.    Mengorganisasikan penemuan itu kepada orang lain.

              

 


Comments

Popular posts from this blog