BAB I

HAKIKAT DAN PERANAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN SERTA METODE ILMIAH

                                                                                                                           

                                                          

 

A. Peranan Kimia Dalam Kehidupan

            Berita-berita di media cetak dan elektronik menyebutkan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melarang penggunaan senjata kimia dalam peperangan; air sungai Ciliwung di Jakarta sudah tercemar oleh bahan-bahan kimia; kebocoran sebuah pabrik kimia di India mengakibatkan ribuan orang meninggal seketika, dan banyak lembaga konsumen yang memperingatkan agar masyarakat berhati-hati terhadap makanan yang dicampuri zat-zat kimia sebab dapat menyebabkan penyakit kanker.

            Oleh karena begitu banyak media massa yang menghubungkan istilah kimia dengan segala sesuatu yang membahayakan, maka orang sering lupa akan jasa, manfaat, dan kebaikan produk-produk kimia yang kita nikmati sehari-hari. Misalnya, obat-obatan yang menyelamatkan hidup kita, pupuk-pupuk yang melipatgandakan produksi lahan pertanian, berbagai bahan pakaian dan kosmetika yang memperindah tubuh kita, serta masih banyak lagi zat-zat kimia yang menjadi ciri masyarakat moderen seperti plastik, material bangunan sampai kepada peralatan komputer.

            Peristiwa atau reaksi kimia sangat erat hubungannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Life is chemistry. Semua zat penyusun tubuh kita dan semua makanan yang masuk kedalam tubuh kita merupakan zat-zat kimia yang harus mengalami berbagai reaksi kimia lebih dahulu sebelum dapat berfungsi sebagai sumber tenaga ataupun sebagai pembangun tubuh.

            Setiap hari kita senantiasa bergaul dengan benda-benda yang dihasilkan oleh industri kimia. Sabun dan pasta gigi di kamar mandi, pakaian yang kita kenakan, kendaraan yang kita tumpangi, kertas dan tinta di kelas semua itu merupakan buah yang lezat dari ilmu kimia. Berkat kemajuan ilmu kimia, manusia telah mampu membuat serat-serat sintetis, seperti nilon, tetoron, mengolah minyak bumi menjadi plastik dan karet sintetis, memproduksi obat-obatan dan kosmetik, pupuk dan pestisida, film fotografi dan pita kaset, serta peralatan canggih bagi teknologi mutakhir seperti liquid crystal, superkonduktor, dan serat keramik (ceramic fibers).

 

1. Kimia dan Barang Kebutuhan Sehari-hari

            Beberapa produk kimia yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari antara lain margarin, keju, minuman ringan, detergen, sampo, pasta gigi, dan alat kosmetik.

 

2. Kimia dan Kedokteran

            Dalam ilmu kedokteran ilmu kimia telah jauh berkembang pesat terutama setelah ditemukannya teknologi rekayasa genetika dan radio kimia. Teknologi radiasi telah banyak membantu penyembuhan penyakit kanker.

 

3. Kimia dan Pertanian

            Di bidang pertanian, ilmu kimia telah banyak membantu mulai pembenihan hingga pengelolaan pascapanen. Saat pengolahan tanah digunakan pupuk dan bahan-bahan pengembur tanah. Saat tanaman tumbuh digunakan urea yang banyak mengandung nitrogen agar tanaman tumbuh dengan baik. Untuk meningkatkan produksi tanaman digunakan pupuk yang banyak mengandung fosfor, kalsium, kalium, dan nitrogen. Agar tidak banyak diganggu hama biasanya digunakan pestisida, seperti insektisida, herbisida, rodentisida, dan fungisida.

            Saat selesai panen, untuk menghindari proses pembusukan buah-buahan umumnya diradiasi. Proses radiasi dilakukan terbatas. Proses ini lebih aman dibandingkan dengan mencampurkan pengawet.

            Selain prosesnya, peralatan pertanian juga banyak yang menggunakan teknologi kimia. Sebagai contoh, sepatu boot, cangkul, topi, dan sarung tangan. Di sini kita mendapatkan peranan ilmu kimia dalam mendukung dan memajukan teknologi pertanian.

4. Kimia dan Teknologi Informasi

            Perkembangan dunia teknologi informasi sangat didukung oleh perkembangan ilmu kimia. Penemuan “keramik cerdas” berbahan dasar silikon telah membantu sistem kerja teknologi informasi yang sangat memerlukan kecepatan. Misalnya gambit peralatan teknologi berupa komputer.

            Pada perangkat komputer tersebut, pemilihan bahan-bahan untuk microchip tergantung pada kemampuan bahan tersebut mengalirkan listrik. Bahan-bahan tersebut diolah dengan teknologi berbasis kimia material. Demikian juga halnya untuk bahan-bahan keyboard, monitor, saluran telepon, handphone, dan bagian dalam seperti harddisk serta lainnya.

 

5. Kimia dan Transfortasi

            Apakah kalian pernah memerhatikan bagian-bagian mobil? Lampu mobil menggunakan unsur-unsur halogen. Aki kendaraan, baik mobil maupun motor, menggunakan asam sulfat dan timbal. Untuk sumber energi digunakan bensin yang didapat dari proses distilasi minyak bumi. Agar mesin awet digunakan pelumas. Pelumas saat ini ada yang diperoleh dari pengolahan minyak bumi dan ada juga yang dibuat di pabrik atau dikenal dengan istilah pelumas sintetis. Ban mobil dibuat melalui proses polimerisasi.

            Badan pesawat udara menggunakan campuran magnesium. Jadi, tampak bahwa ilmu kimia telah berperan penting dalam kemajuan dan perkembangan sarana transportasi.

 

6. Kimia dan Hukum

Ilmu kimia saat ini terus dikembangkan untuk membantu aparat kepolisian dalam memerangi kejahatan. Dengan ditemukannya identifikasi Deoxyribonucleic acid /DNA (asam nukleat). Saat ini polisi dapat menentukan pelaku suatu tindak kejahatan secara lebih akurat. Bagi seseorang yang diduga menjadi pengguna narkoba, hanya dengan memeriksa air seninya dapat ditentukan apakah pernah menggunakan narkoba atau tidak.

 

7. Kimia dan Lingkungan

            Perkembangan teknologi ilmu kimia, selain sangat menguntungkan juga membawa efek negatif, baik di bidang lingkungan maupun bagi umat manusia itu sendiri. Menjelang abad ke 21, pencemaran yang terjadi di udara dan di air semakin menjadi persoalan besar bagi umat manusia. Pencemaran tersebut banyak disebabkan oleh kegiatan industri yang tidak terkontrol dan penggunaan bahan kimia secara sembarangan.

            Salah satu masalah pencemaran lingkungan yang sangat menonjol adalah adanya penipisan lapisan ozon. Lapisan ini berfungsi sebagai pelindung bumi terhadap sinar ultraviolet dari matahari yang mengakibatkan bumi semakin panas. Dampaknya terhadap kesehatan dapat mengakibatkan kanker kulit, katarak, dan melemahnya sistem kekebalan. Penipisan lapisan ozon tersebut diakibatkan oleh adanya senyawa kimia yang dinamakan chlorofluorocarbon (CFC). CFC ditemukan dalam hair-spairs, lemari es, dan penyemprot insektisida.

 

8. Kimia dan Fotografi

            Apa yang kalian pikirkan jika melihat foto? Pernah memerhatikan bagaimana foto dibuat? Foto adalah salah satu dari pemanfaatan senyawa kimia. Senyawa kimia seperti perak iodida sangat sensitif terhadap cahaya. Untuk itu senyawa ini sering digunakan dalam pembuatan klise foto.

            Dari penjelasan-penjelasan di atas, kita akan mendapatkan bahwa seluruh sisi kehidupan manusia sangat berkenaan dengan ilmu kimia. Pada pembahasan selanjutnya, akan dibahas kedudukan ilmu kimia di antara ilmu-ilmu lainnya.

 

 

 

 

a) Kimia dan Ilmu Pengetahuan Lainnya

1. Kedudukan Ilmu Kimia Di Antara Ilmu Pengetahuan Sosial dan Alam

            Pelajaran-pelajaran saat ini yang sedang kita pelajari dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar. Kelompok pertama, berkenaan dengan segala macam aspek yang berhubungan dengan interaksi manusia dan selanjutnya kita sebut sebagai ilmu-ilmu sosial. Kelompok kedua, berkenaan dengan ilmu-ilmu alam dan selanjutnya kita sebut sebagai ilmu pengetahuan alam.

            Dari kelompok ilmu-ilmu sosial (ilmu pengetahuan sosial) adakah hubungannya dengan ilmu kimia? Perhatikanlah uang yang kita miliki. Uang merupakan salah satu alat tukar dalam kegiatan ekonomi. Apa sajakah bahan baku pembuatan uang tersebut? Bagaimanakah cara mengolahnya hingga menjadi seperti itu? Bagaimanakah menuliskan huruf dan angka? Cara mengolah bahan, seperti membuat tinta dan mengolah kertas tentunya menggunakan suatu proses industri. Rangkaian proses tersebut menggunakan konsep-konsep kimia.

            Dalam bidang hukum, pernahkah kalian mendengar istilah penyelidik forensik? Dalam proses itu identitas seseorang dapat ditentukan melalui serangkaian proses yang melibatkan proses kimiawi.

            Di kelompok ilmu-ilmu alam (ilmu pengetahuan alam) kita mendapatkan keterkaitan sangat erat antara ilmu kimia, biologi, dan fisika. Kita dapat melihat suatu penggunaan lampu senter. Pembuatan baterei menggunakan konsep kimia dan bagaimana baterei tersebut mengalirkan arus sehingga mengakibatkan lampunya menyala menggunakan pemahaman konsep kimia dan fisika. Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan bahwa ilmu kimia sebagai bagian dari ilmu pengetahuan (tampak dalam diagram di bawah ini) memiliki peran saling menunjang dengan ilmu-ilmu lain untuk kesejahteraan manusia.

 

 

Fisika

Kimia

Biologi

Antropologi

Tata Negara  Negara

Sosiologi

Hukum

Ilmu Pengetahuan

Alam

Ekonomi

Sosial

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


2. Kimia dan Ilmu Pengetahuan Alam Lainnya

            Sebagai bagian terpenting dari ilmu pengetahuan alam, sekarang kita perhatikan posisi ilmu kimia di antara ilmu biologi dan fisika. Misalkan pada seorang pelari;

Biologi mempelajari: Bagaimanakah seseorang hidup dan berkembang biak? Bagaimanakah kerja hormon? Bagaimanakah proses melihat? Dan lain-lain. 

  

 

Kimia mempelajari: apa yang terjadi saat seseorang bernafas? Darimana energi yang didapat untuk berlari? Bagaimanakah makanan dapat menjadi energi? Apa saja penyusun tubuh, seperti sepatu, bola, dan pakaian? Bagaimanakah cara membuat pakaian tersebut? Dan lain-lain.

 

 

 


 

Fisika mempelajari: berapa kecepatan berlari? Apa yang terjadi jika bertabrakan dengan pemain lawan? Bagaimanakah gerak bola? Dan lain-lain.

 

 

 


            Dari skema di atas terlihat bagian ilmu kimia yang mempelajari tentang benda-benda, penyusun benda, proses terjadinya benda dan sebagainya (lihat defenisi tentang ilmu kimia).

 

 

            Melihat hal yang dipelajari dalam kimia seperti itu maka ilmu kimia berkaitan erat dengan biologi dan fisika. Perhatikan contoh berikut.

 

 

 

Makanan                                                                                   Penyusunnya apa?

 

 

 

Masuk ke sistem pencernaan                                              Bagaimana proses penghancurannya

Materi apa yang terjadi?

 

 

 

 

Menjadi energi                                                                        Bagaimana proses pembentukan energi?

Menjadi cadangan energi                                                      Dalam bentuk apa cadangan energi disimpan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


            Bagian ilmu kimia yang sangat berkaitan erat dengan biologi disebut biokimia. Beberapa ilmu yang berkaitan erat dengan biokimia, di antaranya bioteknologi, rekayasa genetika, kloning, dan ilmu kedokteran.

            Sebagaimana dijelaskan di awal, ilmu kimia juga sangat berkaitan erat dengan fisika. Peristiwa yang berkaitan erat antara kimia dan fisika misalnya proses aki. Ilmu kimia mempelajari tentang zat apa yang dapat menghasilkan tegangan listrik, sedangkan ilmu fisika membahas bagaimana energi listrik itu dimanfaatkan.

 

 

b) Karier Dalam Ilmu Kimia

            Kimia tidak saja menarik untuk dipelajari, terlebih jika dapat terjun langsung ke dunia pekerjaan yang berkenaan dengan ilmu kimia. Banyak bidang pekerjaan yang menerima seorang ahli kimia, di antaranya:

a.    Peneliti, bidang ini terutama bagi para ahli teori-teori ilmu kimia dan pengembangannya. Peneliti dapat bekerja di lembaga-lembaga penelitian swasta maupun pemerintah. Pabrik-pabrik besar yang terus-menerus mengembangkan produknya akan memerlukan banyak peneliti, salah satunya ialah kimiawan.

b.    Pengajar, bidang pekerjaan ini seperti guru, dosen, maupun infrastruktur pemberi pelatihan. Bidang ini menarik, terutama bagi mereka yang suka berhubungan dengan orang banyak.

c.    Industriawan, pekerjaan di bidang ini sangat beragam bidang industrinya maupun beragam perannya. Yang jelas ahli kimia industri dapat mengambil peran ini.

 

 

c) Bagaimanakah Ilmu Kimia Diperoleh?

            Telah di pelajari bahwa peran ilmu kimia dalam meningkatkan kesejahteraan manusia ternyata begitu luas. Seperti hanya bidang ilmu yang lain, misalnya ilmu ekonomi diperoleh dari segala macam kegiatan ekonomi, demikian juga dengan kimia, diperoleh dari segala macam kegiatan pengamatan dan penelitian.

            Seseorang yang tertarik dengan sesuatu akan secara terus-menerus melakukan pengamatan dan penelitian hingga dia mendapatkan apa yang ia ingin tahu. Misalnya, mengapa setelah minum kopi perasaan mengantuk menghilang? Seseorang yang tertarik akan melakukan pengamatan zat apa saja yang terkandung di kopi dan bagaimana proses pengurangan kantuk yang dilakukan oleh zat itu? Aktivitas mencari tahu dengan serangkaian cara dikenal dengan istilah eksperimen atau penelitian.

            Jadi, ilmu kimia adalah ilmu eksperimen. Semua reaksi-reaksi yang mengakibatkan terbentuknya benang buatan, ban buatan, kertas, tinta, dan sebagainya merupakan hasil dari penelitian kimia. Rumus-rumus kimia yang ada di buku ini merupakan hasil dari eksperimen yang dilakukan oleh kimiawan. Dengan eksperimen yang dilakukan seorang kimiawan dapat memprediksi sifat-sifat sebuah senyawa kimia hingga dapat memprediksi kejadian dalam reaksi kimia.

            Dalam penelitian kimia, hal yang penting dan sering dilakukan adalah perhitungan atau pegukuran dan pemurnian senyawa. Sebagai contoh, seorang kimiawan dalam industri obat tidak hanya membuat obat, namun ia juga harus memastikan tingkat kemurnian obat tersebut. Untuk membuat tingkat kemurnian obat yang tinggi memerlukan perhitungan yang cermat.

            Dalam perhitungan kimia, faktor-faktor yang secara umum selalu dihitung atau diukur ialah massa, volume (volume gas maupun volume cair), temperatur, dan waktu.

            Mengukur massa dalam sebuah penelitian kimia merupakan sesuatu yang sangat penting. Pengukurannya pun menggunakan tingkat ketelitian yang tinggi. Biasanya pengukuran massa sebuah senyawa dalam penelitian kimia menggunakan timbangan elektronik. Satuan yang digunakan adalah gram. Mulai dari mikrogram hingga kilogram.

            Pengukuran volume dalam penelitian kimia biasanya menggunakan satuan cm3 atau liter. Satu liter setara dengan satu dm3, sedangkan satu cm3 sama dengan 1 mL.

1 dm3 = 1 liter = 1.000 cm3

1 cm3 = 1 mL

 

 

           

 

 

            Dalam pengukuran benda-benda cair, alat yang digunakan sangat beragam. Penggunaan alat tergantung pada:

a.    volume yang diukur;

b.    sejauh mana kebutuhan tingkat keakuratan pengukuran.

Pengukuran dengan volume sekitar 100 cm3 atau 250 cm3 dengan tingkat ketelitian yang tidak begitu tinggi biasanya menggunakan beaker glass, dikenal juga dengan sebutan gelas kimia. Untuk tingkat keakuratan yang lebih tinggi menggunakan labu ukur, tingkat keakuratannya hanya hingga satuan cm3 (mL). Untuk ketelitian yang lebih tinggi lagi menggunakan buret. Untuk mengukur gas menggunakan alat khusus yang disebut sebagai syringe gas (semprotan gas).

Pengukuran temparatur dalam perhitungan kimia menggunakan termometer. Termometer terdiri dari dua jenis, yaitu jenis raksa dan alkohol. Satuan yang digunakan adalah derajat Celcius (℃).

Perhitungan waktu dilakukan dengan menggunakan stopwatch atau jam. Satuan yang digunakan adalah detik (s, sekond) atau menit (m, minutes).

Sebagian besar orang menganggap bahwa bahan-bahan kimia itu berbahaya. Padahal, tidak semua bahan kimia itu berbahaya. Sebagai contoh ialah natrium klorida. Senyawa ini adalah senyawa kimia yang biasa kita konsumsi, yaitu garam dapur. Ada juga bahan kimia yang berbahaya seperti asam sulfat, biasa digunakan sebagai air aki dan dikenal dengan air keras. Zat ini jika mengenai kulit akan mengakibatkan luka bakar. Namun, hal itu tak perlu dikhawatirkan, karena setiap bahan kimia telah menggunakan tanda peringatan atau kode. Sebagaimana rambu lalu lintas, kode bahaya kimia juga telah dibuat sebagai kesepakatan umum. Untuk itu, kita perlu memahami kode-kode tersebut dan menaati agar terhindar dari bahaya.

Jadi ilmu kimia ialah cabang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari struktur materi, sifat-sifat materi, perubahan suatu materi menjadi materi yang lain, serta energi yang menyertai perubahan materi. Secara ringkas, ilmu kimia adalah ilmu tentang materi. Dengan demikian, seluruh materi di langit dan di bumi tanpa kecuali adalah zat-zat kimia.

 

 

Comments

Popular posts from this blog