C. Sifat-Sifat Larutan
Berikut adalah sifat-sifat larutan:
§ Larutan merupakan campuran yang homogen.
Jika tidak homogen atau terdapat endapan seperti pasir yang dimasukkan ke dalam
air, disebut suspensi, bukan larutan.
§ Partikel dalam larutan berukuran kecil
dan memiliki diameter kurang dari 1 nm, sehingga tidak dapat dilihat dengan
mata telanjang.
§ Tidak dapat dibedakan antara zat pelarut
dan zat terlarut, sehingga komponen yang lebih banyak disebut zat pelarut dan
yang lebih sedikit dinamakan zat terlarut.
§ Komponen-komponen dalam larutan tidak
dapat dipisahkan menggunakan filtrasi atau saringan karena larutan bersifat
homogen.
Contoh Soal 1.2
Berdasarkan
daya hantar listrik, larutan dibedakan menjadi larutan elektrolit dan non
elektrolit. Sebutkan contoh larutan non elektrolit beserta alasannya!
Larutan gula
C12H22O11 merupakan larutan non elektrolit,
karena tidak menghasilkan ion-ion setelah dilarutkan.
Ingat! Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak
menghasilkan ion-ion setelah dilarutkan. Singkatnya, setiap larutan asam, basa,
dan garam yang dilarutkan ke dalam air akan mengalami ionisasi, sehingga
dikatakan sebagai larutan elektrolit.
Sedangkan
senyawa lainnya adalah non elektrolit.
Contoh Soal 1.3
1. Air dan pasir
2. Air dan gula
3. Air dan garam
4. Air dan alkohol
5. Air dan asam cuka
Di antara
pilihan di atas, manakah yang bukan termasuk larutan?
Pembahasan:
Air dan
pasir. Ingat!
Larutan terjadi ketika zat terlarut tersebar secara merata di antara pelarutnya
dan dengan kasat mata akan tampak homogen. Sedangkan, air dan pasir termasuk
campuran (tidak homogen), sehingga bukan larutan.
D.
Asal Mula Larutan Elektrolit
Gagasan atau
ide lahirnya larutan elektrolit berasal dari percobaan Svante August
Arrhenius (1859-1927),
seorang ilmuwan asal Swedia. Menurut Arrhenius, zat elektrolit dalam larutannya
akan terurai menjadi partikel-partikel yang berupa atom atau gugus
atom yang bermuatan listrik yang dinamakan ion.
Ion-ion zat
elektrolit tersebut selalu bergerak bebas dan ion-ion inilah yang
sebenarnya menghantarkan arus listrik melalui larutannya. Oleh sebab itu, Menurut Arrhenius,
larutan elektrolit dan non elektrolit juga didasarkan pada keberadaan ion dalam
larutan yang akan menghantarkan arus listrik.
Apabila dalam
larutan terdapat ion, larutan tersebut bersifat elektrolit. Sedangkan jika larutan
tersebut tidak terdapat ion larutan tersebut bersifat non
elektrolit.
Sehingga Arrhenius menyimpulkan bahwa larutan elektrolit
adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Sedangkan larutan non elektrolit
adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.
E.
Hasil Percobaan Faraday
Gambar 1.6 Salah satu hasil percobaan Faraday
Gagasan
tentang larutan elektrolit juga lahir dari percobaan yang dilakukan oleh
Michael Faraday. Hasil percobaaan yang dilakukan Faraday adalah jika
arus listrik dialirkan ke dalam larutan elektrolit akan terjadi proses
elektrolisis yang menghasilkan gas. Gelembung ini terbentuk karenao ion
(+) mengalami reaksi reduksi dan ion (-) mengalami reaksi oksidasi. Sebagai
contoh, pada larutan HCl terjadi karena reaksi elektrolisis yang menghasilkan
gas H2 sebagai berikut.
HCl(aq)
→ H+(aq) + Cl-(aq)
Reaksi reduksi: 2H+(aq) + 2e- → H2(g)
Reaksi oksidasi : 2Cl-(aq) → 2Cl(g) + 2e-
Sehingga dari
penjelasan di atas, kita juga dapat menyimpulkan larutan elektrolit dan larutan
non elektrolit berasal dari reaksi kimianya. Contoh jika NaCl (garam dapur)
dilarutkan dalam air akan terurai menjadi ion (+) dan ion
(-). Ion (+)
dinamakan kation sedangkan ion (-) dinamakan anion. Larutan NaCl termasuk
larutan elektrolit. Reaksi kimianya adalah sebagai berikut:
NaCl(s) → Na+(aq) + Cl-(aq)
Namun jika
gula dilarutkan dalam air, molekul-molekul gula tersebut tidak terurai menjadi
ion tetapi hanya berubah wujud dari padat menjadi
larutan. Shingga
larutan gula termasuk ion elektrolit.
C12H22O11(s)
+ H2O(l) → C12H22O11(aq)
Contoh lainnya
dalam larutan elektrolit adalah garam dapur, larutan cuka (CH3COOH),
larutan asam sulfat (H2SO4), dan air laut (H2O).
Contoh larutan non elektrolit adalah larutan urea (NH2)2CO,
larutan alkohol, larutan glukosa.
F.
Jenis-Jenis Larutan Elektrolit
Gambar 1.7 Nyala lampu salah satu bentuk daya
hantar listrik
Berdasarkan kuat-lemahnya
daya hantaran listrik,
larutan elektrolit dibagi menjadi dua jenis yaitu:
§
Larutan elektrolit
kuat adalah larutan elektrolit yang
mengalami ionisasi sempurna. Larutan elektrolit kuat
mengalami ionisasi sempurna sehingga derajat ionisasinya (α) = 1.
§
Larutan elektrolit
lemah adalah larutan elektrolit yang
mengalami sedikit ionisasi (terion tidak sempurna), sehingga derajat ionisasinya (α)
adalah 0 < α ≤ 1.
Perbedaan
antara larutan elektrolit kuat dan lemah ditunjukkan pada tabel 1.1.
Tabel 1.1 Perbedaan Elektrolit Kuat Dan Elektrolit Lemah
Sumber: http://www.materi78.co.nr/kimia
G.
Perbedaan Larutan Elektrolit Dan Non
Elektrolit
Larutan
elektrolit dan non elektrolit memiliki karakteristik sifat yang berbeda.
Perbedaannya adalah sebagai berikut:
v Sifat Larutan Elektrolit:
§
Dapat menghantarkan listrik
§
Memiliki derajat ionisasi yang berkisar
antara 0 < α ≤ 1
§
Jika dinyalakan uji daya hantar listrik:
gelembung gas yang dihasilkan banyak, lampu menyala
§
Penghantar listrik yang baik
§
Derajat ionisasi = 1, atau mendekati 1
§
Contoh dari elektrolit kuat (HCl, H2SO4,
H3PO4, HNO3, HF); Basa kuat (NaOH, Ca(OH)2,
Mg(OH)2, LiOH).
v Sifat Larutan Non
Elektrolit:
§
Tidak dapat menghantarkan listrik karena
tidak dapat terionisasi
§
Memiliki derajat ionisasi α = 0 (tidak
terionisasi)
§
Tidak dapat menyalakan lampu dan tidak
menghasilkan gelembung pada elektroda, karena tidak dapat menghantarkan
listrik
§
Derajat ionisasi = 0, contohnya adalah
larutan gula, larutan alkohol, larutan urea.
Derajat ionisasi adalah parameter larutan elektrolit di mana
secara matematis nilainya adalah perbandingan jumlah mol dari zat yang
terionisasi dengan zat mula-mula
Dimana α = 1 (elektrolit kuat), 0 <
α < 1
H.
Manfaat Larutan Elektrolit Bagi Kehidupan
Gambar 1.8 Air percikan
Larutan Elektrolit memilik banyak manfaat dalam kehidupan manusia. Pada bagian mesin kendaraan, larutan elektrolit digunakan untuk sel elektrokimia seperti pengisi Aki, baterai, ataupun jembatan garam. Larutan elektrolit juga digunakan sebagai parameter pencemaran air di suatu tempat. Indikator pencemaran air menggunakan larutan elektrolit adalah sebagai berikut:
1.
pH,
yaitu tingkat keasaman yang dimiliki oleh air.
2.
DO
(Dissolved Oxygen), yaitu jumlah oksigen yang terlarut dalam air.
3.
BOD
(Biochemical Oxygen Demand), yaitu jumlah oksigen yang dibutuhkan
makhluk hidup dalam air untuk hidup.
4.
COD
(Chemical Oxygen Demand) yaitu jumlah oksigen yang dibutuhkan untuk
melakukan reaksi kimia dalam air. BOD dan COD yang tinggi akan menurunkan
nilai DO.
5.
TDS
(Total Dissolved Solid), yaitu jumlah zat yang terlarut dalam
air.
Suatu wilayah yang memiliki air yang baik jika air tersebut memiliki pH sekitar 7 (netral), DO yang tinggi, BOD, COD, dan TDS yang rendah. Sedangkan suatu wilayah yang memiliki air yang buruk jika air yang memiliki pH <7 (asam) atau pH >7 (basa), DO yang rendah, BOD, COD, dan TDS yang tinggi.
Dalam tubuh manusia, keberadaan cairan elektrolit sangat penting. Karena fungsi cairan elektrolit ini terkait dengan mekanisme metabolisme tubuh seperti ion pengaktif enzim, pembentuk hormon, dan melancarkan impuls pada syaraf.
Comments
Post a Comment