D. Klasifikasi Materi
Materi adalah segala
sesuatu yang memiliki massa dan volume. Oleh karena memiliki volume, maka
materi juga menempati ruang tertentu. Berdasarkan sifat kimianya, materi dibagi
menjadi beberapa golongan atau lebih dikenal sebagai klasifikasi materi. Klasifikasi
materi ini meliputi zat tunggal, senyawa, dan campuran.
1.
Zat
Tunggal
Zat tunggal
terdiri dari unsur dan molekul. Berikut penjabaran lengkapnya.
a. Unsur
Bagian terkecil dari materi yang sudah tidak
bisa diuraikan lagi menjadi materi lain yang lebih
sederhana dengan reaksi kimia biasa, atau dengan perkataan lain Unsur
adalah zat yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain yang lebih
sederhana. Contoh unsur adalah O (oksigen), C (karbon),
Ag (perak), Hg (merkuri), Au (emas), Al (aluminium), Fe (besi), Cu (tembaga),
dan lain-lain.
Dalam penamaan unsur harus mengikuti aturan
Berzelius berikut.
§ Dinyatakan dalam satu huruf kapital, misal N (nitrogen),
C (karbon), O (oksigen) dan sebagainya.
§ Dinyatakan dalam dua huruf di mana huruf pertama harus
kapital, contoh Ba (barium), Cr (kromium), Au (aurum), dan sebagainya.
§ Dinyatakan dalam dua huruf di mana huruf pertama kapital
dan huruf keduanya huruf khas, misalnya Zn (seng), Hg (merkuri), Mg
(magnesium), Mn (mangan), dan sebagainya.
§
Dinyatakan dalam tiga huruf pertamanya harus
kapital, misalnya Uut (unun`trium).
Unsur sangat
banyak, sejauh ini ada 118 unsur yang sudah diidentifikasi. Di mana, 92 di
antaranya adalah unsur alam dan sisanya merupakan unsur buatan.
Persatuan
International Kimia Murni Dan Terapan atau International
Of Pure And Applied Chemistry (IUPAC), telah memberi nama dan simbol setiap
unsur, untuk membedakan antara satu unsur dengan unsur lainnya.
Contoh:
Nama unsur : Kalsium
Nama unsur universal (bahasa Latin) :
Calcium
Simbol unsur : Ca
Nama unsur : Emas
Nama unsur universal (bahasa Latin) :
Aurum
Simbol unsur : Au
Berdasarkan sifat fisika dan kimianya, unsur-unsur dibedakan menjadi tiga
golongan, yaitu unsur logam, unsur non logam (bukan logam), dan unsur metaloid
(unsur semi logam).
a.
Unsur Logam
Unsur logam adalah unsur-unsur yang mempunyai
sifat-sifat sebagai berikut:
§
Wujud zat pada suhu kamar (25 ℃) adalah padat, kecuali raksa dan sesium
berbentuk cair.
§
Bersifat konduktor atau penghantar listrik yang baik.
§
Mengkilap jika digosok
§
Dapat ditempa dan dapat diregangkan
Contoh unsur logam adalah aluminium (Al),
besi/ferrum (Fe), emas/aurum (Au), tembaga/cuprum (Cu), perak/argentum (Ag),
dan raksa/hydrargirum (Hg).
b.
Unsur Nonlogam
Unsur
nonlogam adalah unsur-unsur yang mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
§ Pada suhu kamar, wujud zat ada yang berbentuk zat
padat, zat cair, dan gas.
§ Unsur yang berupa zat pada umumnya rapuh atau gertas
(mudah patah), contohnya karbon.
§ Bersifat isolator atau tidak menghantarkan listrik,
kecuali grafit atau karbon, dan tidak mengkilap meskipun digosok, kecuali
intan.
Beberapa contoh unsur non logam adalah hidrogen
(H), nitrogen (N), oksigen (O), karbon (C), belerang (S), fosfor (F), klorin
(Cl), iodin (I), dan helium (He)
c.
Unsur Semilogam (Metaloid)
Unsur metaloid adalah unsur-unsur yang meliputi sifat peralihan dari
logam ke non logam sehingga mempunyai sebagian sifat logam maupun non logam.
Unsur ini umumnya bersifat semikonduktor, sehingga banyak digunakan sebagai
bahan pembuat komponen elektronik seperti transistor, IC dan dioda. Contoh
unsur metaloid adalah silikon (Si), boron (B), dan arsen (As).
b. Molekul
Kumpulan atom
yang saling berikatan. Molekul dibagi menjadi dua, yaitu molekul unsur dan
molekul senyawa.
§
Molekul unsur adalah molekul yang tersusun oleh unsur-unsur sejenis. Artinya,
molekul unsur memuat ikatan atom-atom sejenis. Contohnya O2 (gas
oksigen) yang tersusun atas atom-atom O (oksigen).
§ Molekul senyawa adalah molekul yang
tersusun oleh unsur-unsur yang tidak sejenis. Artinya, molekul senyawa memuat
ikatan atom-atom yang tidak sejenis. Contohnya CO2 (gas
karbondioksida) yang tersusun atas atom C (karbon) dan O (oksigen).
2.
Senyawa
Senyawa adalah zat tunggal yang dapat diuraikan menjadi dua buah
unsur atau lebih secara kimia. Contoh senyawa adalah air (H2O),
garam dapur (NaCl), asam cuka (CH3COOH), dan lain-lain.
Walaupun senyawa terdiri
atas unsur-unsur, ketika unsur tersebut berikatan, zat yang terbentuk ini
mempunyai sifat yang berbeda dengan unsur penyusunnya. Selain itu, wujud
senyawa juga bisa berbeda dari unsur pembnetuknya. Misalnya air (terbentuk dari
hidrogen dan oksigen), dimana ia berwujud gas pada suhu ruang.
Sehingga, didapatkan
ciri-ciri dari suatu senyawa antara lain:
§ Bisa diuraikan ke bentuk sederhana melalui reaksi
kimia.
§ Berupa zat tunggal yang terdiri atas lebih dari satu
unsur.
§ Sifat senyawa akan berbeda dengan unsur-unsur
penyusunnya.
§ Unsur penyusun senyawa punya perbandingan tertentu
dan tetap.
Adapun contoh senyawa dan nama kimianya yang ada di sekitar kita
diantaranya garam dapur (NaCl), yang disusun oleh logam natrium dan unsur
nonlogam klor, yang membentuk senyawa NaCl. Selain itu ada juga, magnesium
hidroksida (Mg(OH)2) dan gula atau sukrosa memiliki rumus kimia C12H22O11.
a.
Senyawa Asam, Basa, Dan Garam
1.
Senyawa Asam
Asam adalah suatu senyawa yang memiliki tingkat keasaman di
bawah 7 (pH < 7). Senyawa asam dapat mengubah kertas lakmus biru menjadi
merah. Suatu zat asam bersifat asam jika meiliki sifat-sifat sebagai berikut:
§ Rasanya asam
§ Dapat mengubah warna lakmus biru menjadi merah
§ Biasanya, asam mineral bersifat korosif karena dapat
mengiritasi dan merusak jaringan kulit serta melubangi benda yang terbuat dari
kayu atau kertas jika konsentrasinya pekat.
§ Larutan asam dapat bereaksi dengan logam
menghasilkan gas hidrogen dan larutan garam.
2.
Senyawa Basa
Basa adalah senyawa yang memiliki tingkat keasaman di atas 7 (pH
> 7). Senyawa basa dapat membuat kertas lakmus merah menjadi biru. Zat yang
bersifat basa dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya sabun mandi,
detergen, pasta gigi, pemutih, dan lain sebagainya. Zat yang bersifat basa
memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
§ Pahit dan licin
§ Mengubah warna lakmus merah menjadi biru
§ Dapat menetralkan sifat asam
§ Bersifat kaustik atau dapat merusak kulit
3.
Garam
Garam adalah senyawa yang dibentuk dari reaksi antara larutan
asam dan basa. Garam berwujud padatan kristal yang diperoleh dari penguapan air
laut berasal dari lautan garam yang bercampur dengan air laut dan mineral lainnya
yang terdapat di dalam air laut. Karena mengalami penguapan, air laut yang
semula berwujud cair akan menguap dan yang tertinggal hanya butiran garamnya
saja yang berwujud padat kristal. Garam memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
§ Larutan garam dapat menghantarkasn listrik
§ Garam memiliki titik didih dan titik leleh tinggi
§ Umumnya, garam dapat larut dalam air
§ Bersifat kaustik atau dapat merusak kulit
§ Biasanya, garam dapat larut dalam air
§ Garam dapat bersifat asam, basa, atau netral. Sifat
tersebut bergantung pada zat pembentukannya
b.
Indikator Asam-Basa
Indikator adalah bahan atau alat yang digunakan untuk mengenali
sifat suatu senyawa (asam, basa, atau netral). Indikator asam-basa terdiri atas
dua jenis, yaitu indikator alami dan indikator buatan.
1.
Indikator Alami
Indikator
alami dapat diperoleh dari bagian tumbuhan berwarna, dapat berupa bunga, daun,
buah, biji, atau akarnya. Contohnya, kunyit, bunga sepatu, kulit manggis dan
lain-lain.
2.
Indikator Buatan
Indikator buatan terdiri
dari berbagai jenis, yaitu kertas lakmus, kertas indikator universal, larutan
indikator, dan pH meter. Alat tersebut juga mudah dipakai dan dibawa ke mana-mana.
3. Campuran
Suatu zat atau materi yang terbentuk dari
penggabungan dua buah zat tunggal atau lebih dengan perbandingan yang tidak
tetap. Contoh: air dan gula, air dan garam, air dan pasir, dan lain-lain.
Campuran adalah gabungan dua zat tunggal atau lebih yang tanpa menyebabkan terjadinya
perubahan kimia, atau tidak membentuk zat baru. Hal inilah yang membedakan
dengan senyawa. Campuran memiliki sifat yang sama dengan sifat zat-zat
pembentuknya. Misal, larutan gula yang dibuat akan membawa sifat air dan sifat
gula. Contoh lain campuran adalah udara. Udara yang dihirup sehari-hari adalah
campuran dari gas yang ada di alam, yang dihirup melalui hidung untuk masuk ke
tubuh.
Berdasarkan sifat fisiknya, campuran dikategorikan
menjadi campuran homogen dan campuran heterogen yang didalamnya ada suspensi
dan koloid.
1. Campuran Homogen
Adalah komponen zat tunggal yang sudah tidak bisa
dibedakan lagi, campuran homogen sering disebut dengan larutan. Pada larutan juga
memiliki ciri-ciri, ciri-ciri larutan antara lain:
§ Bening dan tidak tembus cahaya
§ Ukuran partikel bercampur berukuran molekul
§ Partikel zatnya bercampur dan tercampur secara
merata
§ Campuran tidak akan mengendap jika didiamkan atau
tidak diaduk
§ Jika dilihat dari sifat kimianya, larutan terbagi
menjadi larutan asam, larutan basa, dan larutan garam
Zat pelarut bukan hanya air, ada juga zat pelarut dan pasangan
terlarutnya seperti:
§ Natrium klorida (NaCl) sebagai zat terlarut dan air
(H2O) sebagai zat pelarut, cairan yang digunakan untuk membersihkan
lensa.
§ Metanol (CH3OH) sebagai zat terlarut dan
alkohol murni sebagai zat pelarut, cairan yang digunakan untuk pembersih
minyak.
a. Larutan Asam
Larutan asam adalah larutan
yang memiliki pH kurang dari 7. Dan pH sendiri adalah ukuran yang digunakan
untuk menentukan tingkat keasaman suatu larutan. Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), asam adalah zat yang dapat memberikan proton, dapat
membentuk ikatan kovalen dengan menerima sepasang elektron.
Sementara itu, istilah asam (acid) berasal dari bahasa
Latin, yaitu acetum, yang artinya
cuka. Larutan asam mengandung ion hidrogen (H+) dalam jumlah yang
lebih besar daripada ion hidroksida (OH-).
Gambar 1.4 Photo by Artem Podrez
on Pexels
Comments
Post a Comment