1. Halogen
A. Mengenal Unsur Golongan Halogen
Gambar 3.1 Unsur Halogen
Apa yang
terlintas dalam benak kamu ketika mendengar kata halogen? Mungkin terasa aneh,
padahal halogen sangat erat dengan kehidupan kita, bahkan setiap hari kita mengkonsumsinya.
Pastinya kamu sudah tahu dengan garam NaCl (natrium klorida), nah unsur Cl
merupakan salah satu anggota dari golongan halogen (golongan VII A) dalam
sistem periodik.
Pemanfaatan unsur
kimia maupun senyawanya banyak digunakan dalam kehidupan manusia, salah satunya
adalah unsur halogen. Unsur golongan halogen disebut sangat reaktif, jadi
penemuannya di alam hanya dalam bentuk senyawa saja.
Halogen
berasal dari bahasa Yunani yaitu “halos” dan “genes”, halos berarti
garam dan genes berarti pembentuk atau pencipta. Berdasarkan arti suku kata
tersebut, maka secara umum halogen itu merupakan unsur-unsur pembentuk garam.
Kelimpahan
di alam pun, hampir semua halogen ditemukan di alam dalam bentuk senyawa
garamnya. Florin dan Clorin merupakan unsur golongan halogen yang memiliki
kelimpahan di alam terbanyak. Unsur florin (F) merupakan unsur yang terdapat
pada beberapa mineral di alam seperti floropatit dan mineral flourit. Reaktivitas unsur halogen sangat besar
sehingga unsur-unsurnya sulit ditemukan di alam. Golongan halogen yang paling
banyak ditemukan dan melimpah di kerak bumi adalah fluor (F). Kelimpahan
halogen juga banyak ditemukan di lautan. Unsur klorin (Cl) merupakan unsur yang banyak ditemukan
pada garam NaCl di lautan maupun pada deposit garam. Bromin (Br) memiliki
kelimpahan yang kurang, secara umum bromin terdapat dalam bentuk ion Br yang
terdapat pada air laut.
Begitupun,
unsur Iodin (I) terdapat di alam dengan kelimpahan yang jumlahnya sedikit.
Unsur iodin ditemukan di alam sebagai garam Natrium Iodida (NaI) yang larut
dalam air laut. Selain itu, unsur iodin juga ditemukan di alam sebagai natrium
iodat (NaIO3) dan dalam bentuk garam nitrat. Unsur astatin (At)
merupakan satu-satunya unsur golongan halogen yang tidak terdapat di alam.
Unsur astatin ini memiliki sifat yang berbeda dengan unsur halogen lainnya,
astatin bersifat radioaktif yang akan lebih stabil jika berubah menjadi unsur
lain.
Sifat periodik
unsur adalah sifat-sifat yang mempunyai kecenderungan berubah secara teratur
sesuai dengan kenaikan nomor atom. Ketika perubahan ini bergerak dari kiri ke
kanan, artinya perubahan bergerak dalam satu periode dan jika dari atas ke
bawah dalam satu golongan
Unsur halogen merupakan unsur yang menempati
golongan VII A dalam sistem periodik. Terdiri dari F (Fluorine), Cl (Chlorine),
Br (Bromine), I (Iodine), dan At (Astatine). Unsur
halogen dianggap golongan yang sangat reaktif karena memiliki kecenderungan
untuk menangkap elektron yang membentuk ion negatif minus satu.
Sehingga, nilai afinitas elektron dan energi ionisasinya
tinggi. Kereaktifan halogen dipengaruhi dari keelektronegatifannya. Semakin besar keelektronegatifan maka
semakin reaktif unsurnya sebab elektron semakin mudah ditarik. Karena memiliki
daya oksidasi yang kuat, sifat oksidator halogen dari atas ke bawah semakin
lemah, sehingga halogen dapat mengoksidasi ion halida di bawahnya.
B. Jenis-Jenis Unsur Halogen
Unsur-unsur golongan VIIA disebut halogen yang terdiri
dari fluor (F), klorin (Cl), bromin (Br), iodin (I), dan astatin (At). Unsur
tersebut memiliki 7 elektron valensi pada subkulit ns2 np5.
Konfigirasi elektron tersebut yang akhirnya membuat unsur halogen bersifat
sangat reakstif. Selain itu, halogen juga cenderung menyerap satu elektronuntuk
membentuk ion bermuatan negatif satu.
1. Fluorin (F)
Fluorin (F) dapat ditemukan pada beberapa mineral di
alam. Bahkan fluor yang memiliki senyawa fluorspan (CaF2), klorit, fluorapatit / Ca5(PO4)3 F ternyata berada pada lapisan gigi manusia
dan hewan. Pada suhu kamar, fluor berbentuk gas.
1. Klorin (Cl)
Unsur
Klorin (Cl) banyak ditemukan di garam anorganik NaCl di lautan. Senyawa NaCl,
KC, MgCl 2, CaCl2 berada dalam air laut dan kerak bumi. Klorin (Cl) dalam suhu
kamar berbentuk gas dan berbau tajam dengan warna hijau kekuningan.
Klorin Garam NaCl, KCL, MgCl2 , dan CaCl2 dalam air laut, setiap 1 kg
air laut mengandung sekitar 30 gram NaCl, sedangkan dalam kerak bumi sekitar
0,2 persen
2. Bromin (Br)
Bromin (Br) terdapat pada senyawa logam bromida di air laut mati
dengan kadar 4500 - 5000 ppm. Pada suhu kamar, Bromin berbentuk cairan
kemerahan dan memiliki bau yang kuat.
3. Iodium (I)
Iodium
(I) dapat ditemukan pada senyawa NalO3
Natrium
Iodat). Gaya tarik iodium cukup kuat sehingga pada suhu kamar dapat membentuk
padatan.
4. Astatin (At)
Astatin (At) adalah unsur halogen yang langka ditemui di
alam. Sifat radioaktifnya yang sangat tinggi membuat unsur ini mudah menguap
dan memiliki titik didih dan titik leleh yang tinggi. Pada suhu kamar, astatin
berbentuk padat.
A. Fungsi Dan Manfaat Unsur
Halogen
1. Fluorin (F)
Fluorin adalah unsur yang membentuk senyawa CFC pada
bahan cairan pendingin kulkas dan AC. Fluorin juga digunakan dalam pasta gigi
untuk mencegah kerusakan serta memutihkan gigi, agar tidak mudah terkena karies
gigi.
2. Klorin (Cl)
Klorinasi hidrokarbon merupakan salah satu bahan plastik
dan karet sintetis. Klorin juga digunakan sebagai bahan pemutih kertas,
disinfektan, pestisida, dan bahkan sering digunakan di air kolam renang untuk
membunuh bakteri.
3. Bromin (Br)
Bromin berfungsi dalam pembuatan etil bromida (C2H5Br) dalam campuran bensin yang berfungsi
membuat bensin tidak melekat pada piston dan silinder. Bromin juga
digunakan sebagai bahan antiapi dalam pengasapan.
4. Iodium (I)
Iodin sering digunakan sebagai bahan obat antiseptik
dalam industri pengobatan. Bahkan iodin juga digunakan dalam fotografi dan
pewarna.
5. Astatin (At)
Karena
sifatnya yang langka di alam, relatif sedikit yang mengetahui sifat fisik
dan kimia Astatin. Namun diprediksi Astatin memiliki sifat mirip dengan
yodium. (Annisa Ambarwaty)
Astatin
jumlahnya pada kerak bumi sangat
sedikit, kurang dari 30 gram, sebab unsur ini bersifat radioaktif.
Unsur-unsur golongan VIIA disebut halogen.
Nama itu berasal dari bahasa Yunani yang berarti “pembentuk garam”. Dinamai
demikian karena unsur-unsur tersebut dapat bereaksi dengan logam membentuk
garam.
Gambar 3.2 Reaksi Tabung Cl
Misalnya, klorin
bereaksi dengan natrium membentuk natrium klorida (NaCl), yaitu garam dapur.
Unsur-unsur halogen mempunyai 7
elektron valensi pada subkulit ns2np5. Konfigurasi elektron yang demikian membuat unsur-unsur
halogen bersifat sangat reaktif. Halogen cenderung menyerap satu elektron membentuk ion bermuatan negatif satu. Semua isotop astatin bersifat
radioaktif dan berumur pendek, sehingga sifat-sifatnya belum banyak diketahui.
Pada pembahasan berikut ini astattin tidak diikut sertakan.
a.
Sifat-Sifat Fisis
Tabel 3.7 Konfigurasi Elektron Unsur Halogen
|
Unsur |
Nomor Atom |
Konfigurasi Elektron |
|
F Cl Br I At |
9 17 35 53 85 |
1s2 2s2 2p5 (Ne) 3s2
3p5 (Ar) 4s2
3d10 4p5 (Kr) 5s2
4d10 5p5 (Xe) 6s2
4f 145d10 6p5 |
Tabel 3.8 Sifat-Sifat Fisis Halogen
|
Sifat-sifat Unsur |
Fluorin |
Klorin |
Bromin |
Iodin |
|
Nomor
atom Nomor
massa Konfigurasi
elektron Titik
cair (°C) Titik
didih (°C) Massa
jenis (g/L) pada STP Energi
ionisasi pertama (kJ/mol) Jari-jari
Atom(°A) Bilangan
oksidasi (Biloks) Warna Wujud
pada suhu 25°C Afinitas
elektron (kJ mol-1) Keelektronegatifan(skala
pauling) Potensial
reduksi standar (volt) X2 + 2e- → 2X- Jari-jari
ion (X-), A° Energi
ikatan X – X (kJ mol-1) |
9 19,0 [He]2s22p5 -220 -188 1,7 x
10-3 1681 0,29 -1 Kuning
pucat Gas -328 4,0 2,87 1,19 155 |
17 35,5 [Ne]3s23p5 -101 -35 3,21
x 10-3 1251,2 0,49 -1,+1,+3,+5,+7 Hijau
kekuningan Gas -349 3,0 1,36 1,67 242 |
35 79,9 [Ar]3d104s24p5 -7 59 3,12 1139,9 0,56 -1,+1,+5 Merah
kecoklatan Cair -325 2,8 1,06 1,82 193 |
53 126,9 [Kr]4d105s25p5 114 184 4,93 1008,4 0,66 -1,+1,+5,+7 Ungu Padat -295 2,5 0,54 2,06 151 |
Sumber: www.webelements.com
atlas.chemistry.ouc.gr
Unsur halogen memiliki harga
keelektronegatifan yang besar dibandingkan unsur pada golongan lainnya sehingga
unsur halogen mudah menerima elektron.
Unsur halogen merupakan unsur bukan
logam yang paling reaktifdan tidak ditemukan di alam dalam keadaan bebas. Unsur
halogen di alam ditemukan dalam bentuk senyawa, misalnya NaCl, KI, KBr, CaF2,
dan MgBr2. Karena sifatnya yang reaktif, unsur halogen dapat
bergabung antarunsur halogen melalui ikatan kovalen, misalnya F2,
Cl2, Br2, dan I2. Proses pembentukan ikatan
kimia oleh unsur halogen dapat dilakukan dengan menarik 1 elektron dari atom
lain sehingga bilangan oksidasinya -1, tetapi unsur halogen dapat pula memiliki
bilangan oksidasi lebih dari -1.
Titik leleh dan titik didih unsur
halogen bertambah dengan kenaikan nomor atom. Unsur fluorin dan klorin pada
suhu kamar berwujud gas, sedangkan unsur bromin dan iodin pada suhu kamar
berturut-turut berwujud cair dan padat.
Semua unsur halogen memiliki warna
karena dapat menyerap sinar pada spectrum sinar tampak sehingga terjadi
perpindahan elektron dari tingkat dasar ke tingkat yang lebih tinggi. Unsur fluorin akan
menyerap sinar lembayung apabila dikenai sinar tampak sehingga unsur berwarna
kuning pucat. Unsur iodin akan menyerap sinar kuning apabila dikenai sinar
tampak sehingga unsur iodin berwarna ungu.
Titik didih dan titik leleh dalam unsur-unsur halogen mengalami kenaikan dari F ke I, atau
dengan kata lain unsur halogen semakin ke bawah
semakin bertambah. Hal ini disebabkan adanya kekuatan gaya Van Der Waals antar
molekul-molekul yang bertambah dari Fluorin ke Astatin sehingga molekul halogen
semakin sulit lepas.
Wujud dari unsur halogen berbeda-beda,
F2 berwujud gas dan memiliki warna kuning muda, sementara Cl2 berwujud
gas juga yang memliki warna hijau muda. Br2 memiliki wujud cair
dengan warna cokelat yang memiliki sifat mudah menguap. Selanjutnya I2 merupakan
padatan yang berwarna ungu gelap yang memiliki sifat mudah menyublim.
Sementara itu kelarutan untuk halogen ini memiliki kelarutan
yang kecil dalam air, tetapi memiliki kelarutan yang tinggi pada pelarut senyawa
kovalen non polar, seperti CCl4 dan eter.
b. Sifat-Sifat Kimia
Daya
pengoksidasi pada jari-jari atom dari atas ke bawah dalam satu golongan semakin
besar, hal tersebut mengakibatkan penarikan elektron oleh inti atom semakin
sulit, maka atom unsur F lah yang paling mudah menangkap elektron atau paling
mudah mengalami reduksi (oksidator
kuat).
Unsur golongan
halogen termasuk unsur yang memiliki sifat sangat reaktif. Hal itu disebabkan
karena konfigurasi elektron pada unsur halogen memilik elektron valensi +7
sehingga memiliki kecenderungan untuk menarik elektron atau membentuk ion
halida (X–). Adapun konfigurasi elektron unsur golongan halogen
adalah sebagai berikut:
§
9F: 1s2 2s2 2p5
§
17Cl: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p5
§
35Br:
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p5
§
53I:
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 4d10 5s2 5p5
§
85At:
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 4d10 5s2 5p6 4f14 5d10 6s2 6p5
Untuk sifat
kimia lainnya berkaitan dengan jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas
elektron, keelektronegatifan, dan potensial elektroda. Adapun penjelasan
sifat-sifat tersebut adalah:
§
Jari-jari atom bertambah dari Flour (F) menuju Astatin (At)
seiring bertambahnya nomor atom.
§
Energi
ionisasi berkurang dari Flour (F) menuju Astatin (At) seiring bertambahnya
nomor atom.
§
Secara
umum afinitas elektron mengalami penambahan dari Flour (F) menuju Astatin (At)
seiring bertambahnya nomor atom.
§
Unsur
halogen berkurang dari Flour (F) menuju Astatin (At) seiring bertambahnya nomor
atom. Unsur F merupakan unsur yang paling besar keelektronegatifannya diantara
unsur-unsur lain dalam sistem periodik unsur (SPU).
§
Potensial
elektroda unsur halogen mengalami penurunan dari F menuju At dengan rician
persamaan reaksi berikut:
§
F2 +
2e → 2F–
E0 =
+2,87 volt
§
Cl2 +
2e → 2Cl– E0 =
+1,36 volt
§
Br2 +
2e → 2Br–
E0 = +1,07 volt
§
I2 +
2e → 2I–
E0 =
+0,54 volt
Berdasarkan
data potensial sel standar pada unsur golongan halogen tersebut dapat disimpulkan
bahwa sifat reduktor mengalami kenaikan dari F2 menuju I2 dan
sebaliknya sifat oksidator mengalami kenaikan dari I2 menuju F2.
Fluor dan klor membantu reaksi
pembakaran dengan cara seperti oksigen. Brom berupa cairan merah tua pada suhu
kamar mempunyai tekanan uap yang tinggi. Fluor dan klor biasanya berupa gas.
Reaksi-reaksi halogen antara lain seperti berikut.
1) Reaksi Halogen Dengan Air
Semua unsur halogen
kecuali fluor berdisproporsionasi dalam air, artinya dalam reaksi halogen
dengan air maka sebagian zat teroksidasi dan sebagian lain tereduksi. Fluorin
bereaksi sempurna dengan air menghasilkan asam fluorida dan oksigen. Reaksi
yang terjadi seperti berikut.
2F2(g)
+ 2H2O(l) → 4HF(aq)
+ O2(g)
Pada reaksi
antara gas flourin dengan air terjadi proses reaksi oksidasi dan reduksi. Pada
reaksi tersebut gas flourin mengoksidasi air menghasilkan gas oksigen.
Cl2(g) + H2O(l) → 2HCl(aq) + HClO(aq)
Sementara itu
jika gas Clorin direaksikan dengan air, maka akan terjadi reaksi
disproposionasi. Dimana gas Clorin akan mengalami kenaikan bilangan oksidasi
(oksidasi) dan mengalami juga penurunan bilangan oksidasi (reduksi). Pada
reaksi tersebut, Cl mengalami perubahan biloks dari nol menjadi +1 dan -1.
Fluorin dengan larutan NaOH encer
menghasilkan gas F2O, sedangkan dengan NaOH pekat menghasilkan
gas O2. Perhatikan reaksi berikut.
2F2(g)
+ 2NaOH(aq, encer)
→ F2O(g)
+ 2NaF(aq) + H2O(l)
2F2(g)
+2NaOH(aq, pekat)
→ 4NaF(aq)
+ H2O(l) + O2(g)
Cl2,
Br2 dan I2 tidak melarut dengan baik dalam air, reaksinya
lambat. Reaksi yang terjadi adalah reaksi redoks. Jika klorin dan bromin
dilarutkan dalam air yang mengandung OH- (basa) maka kelarutannya
makin bertambah. Reaksi yang terjadi seperti berikut.
Cl2(aq) + 2OH-(aq)
→ Cl-(aq) + ClO-(aq)+ H2O(l)
Ion ClO- merupakan bahan aktif zat pemutih.
Senyawa NaClO digunakan sebagai zat pemutih kertas, pulp, tekstil, dan bahan
pakaian.
2) Reaksi Halogen Dengan Hidrogen
Halogen bereaksi dengan hidrogen membentuk hidrogen
halida. Secara umum reaksi yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut.
X2(g) + H2(g)
→ 2Hx(g)
Reaksi F2 dan Cl2
dengan hidrogen disertai ledakan tetapi bromin dan iodin bereaksi dengan
lambat.
Adapun reaksi reaksi halogen dengan gas hidrogen membentuk
asam halida adalah:
F2(g) + H2(g) → 2HF
I2(g) + H2(g) → 2HCl
Cl2 (g) + H2(g) →
2HBr
Br2(g)
+ H2(g) → 2HI
Asam halida
yang dihasilkan dari reaksi tersebut yaitu asam florida (HF), asam klorida
(HCl), asam bromida (HBr), dan asam iodida (HI). Tingkat kekuatan asam halida
berturut-turut adalah HF < HCl < HBr < HI. Urutan tersebut menunjukkan
bahwa HI merupakan asam yang paling kuat diantara asam halida lainnya.
Sementara HF merupakan asam yang paling lemah diantara asam halida lainnya.
Sementara itu
jika dikaitkan dengan titik didih asam halida, HF memiliki titik didih yang
paling tinggi diantara yang lain. Meskipun HF memiliki massa molekul yang lebih
kecil dibandingkan yang lain, namun adanya ikatan hidrogen menjadikan HF
memiliki titik didih yang paling tinggi. Adapun urutannya adalah : HF > HI
> HBr > HCl.
3) Reaksi Halogen Dengan Halogen
Reaksi halogen dengan halogen
menghasilkan senyawa yang dinamakan senyawa antarhalogen. Unsur yang lebih elektronegatif
sebagai zat oksidator dan diberi bilangan oksidasi negatif dalam senyawaannya.
Secara umum reaksi
antar halogen dapat dituliskan dengan persamaan reaksi berikut ini:
X2 + nY2 → 2XYn
Adapun contoh
reaksinya adalah:
3F2 + Cl2 → 2ClF3
7F2 + I2 → 2IF7
Perhatikan contoh reaksi berikut ini.
|
200 oC |
||
|
Cl2(g) + F2(g) |
→ |
2 ClF(g) |
|
200 oC |
||
|
Cl2(g)
+ 3F2(g) |
→ |
2
ClF3(g) |
Senyawa-senyawa antarhalogen bersifat diamagnetik dan
merupakan oksidator kuat. Senyawa antarhalogen dapat mengalami reaksi
hidrolisis. Perhatikan reaksi berikut.
XX1(g) + 2H2O(l)
→ HOX(aq)
+ X-(aq) + X-(aq)
Halogen bereaksi dengan
kebanyakan logam. Bromin dan iodin tidak bereaksi dengan emas, platinum atau
beberapa logam mulia lainnya. Perhatikan contoh reaksi fluorin dengan tembaga
berikut.
F2(g) + Cu(s) → CuF2(s)
Halogen dapat
bereaksi dengan logam membentuk senyawa halida atau dikenal dengan senyawa
garam. Logam yang dapat bereaksi dengan halogen merupakan logam golongan utama
(golongan A) dan golongan transisi (golongan B). Adapun contoh reaksinya adalah
sebagai berikut:
K(s) + Cl2(g) → 2KCl(s)
Fe (s) + Cl2(g) → FeCl2(s)
5) Reaksi Halogen Dengan Hidrokarbon
Halogen umumnya bereaksi dengan hidrokarbon dengan cara
menggantikan atom-atom hidrogen. Perhatikan contoh reaksi metana dengan klorin
berikut ini.
Cl2(g) + CH4(g) →
CHCl3(g) + HCl(aq)
6) Reaksi Halogen Dengan Nonlogam Dan
Metaloid Tertentu
Halogen bereaksi secara
langsung dengan sejumlah non logam dan metaloid. Unsur nonlogam fosfor dan
metaloid boron, arsen, dan stirium (misalY) bereaksi dengan unsur halogen (X),
reaksi yang terjadi seperti berikut.
3X2
+ 2Y →
2YX3 (jika halogennya
terbatas)
5X2
+ 2Y → 2YX5 (jika halogennya berlebihan)
Fluorin
mudah bereaksi tetapi iodin sukar bereaksi.Adapun nitrogen tidak langsung
bersatu dengan halogen karena ketidakaktifannya.
Comments
Post a Comment